5 Alasan NJPW Lebih Bagus Ketimbang WWE – Sejauh ini, kalau kita mendengar kata wrestling, pasti. WWE yang langsung muncul di benak kita, apalagi banyak sekali bintang-bintang yang sudah melekat di pikiran kita seperti. The Rock, John Cena, The Undertaker, Triple H dan Rey Mysterio. Acara yang disajikan WWE memang sangat atraktif meskipun ada unsur seksual. Tapi tetap saja hiburan dan drama gulat WWE tidak perlu dipertanyakan lagi kualitasnya.

5 Alasan NJPW Lebih Bagus Ketimbang WWE

5 Alasan NJPW Lebih Bagus Ketimbang WWE

Namun, dalam 5-10 tahun terakhir promotor terbesar ini tidak memiliki unsur keseruan atau. Keasyikan yang sama seperti dulu dan sulit menjaga sekaligus mengembalikan momentumnya. Sejak itulah, para penggemar gulat sudah mulai merasa bosan dengan kualitas. WWE dan banyak yang beralih ke promotor saingannya, salah satunya New Japan Pro Wrestling atau NJPW. Promotor gulat asal Jepang ini digadang sebagai rival terbesar WWE. Selain kedua promotor mempunyai sejarah yang cukup erat sekaligus kompetitif, sajian gulat ala.

NJPW juga dianggap lebih bagus dan unik ketimbang WWE bahkan NJPW bisa dibilang “the next big thing” sekaligus mengungguli WWE. Berikut melihat 5 alasan mengapa NJPW lebih bagus dan mungkin saja mengungguli WWE dalam waktu dekat. Pro wrestling itu bohongan” bisa dibilang benar dan tidak karena pada dasarnya. Pro wrestling itu scripted alias sudah ditentukan siapa yang menang. Tapi bukan berarti pro wrestling sepenuhnya “scripted”.

Alias asli dengan catatan, para pegulat sudah ahli membuat kuncian semenarik mungkin sekaligus meminimalisir resiko cedera lawannya. Nah, kita tahu “scripted” ala WWE adalah banyak sekali drama di belakang panggung hingga parkiran mobil, sedangkan “scripted” ala NJPW tidak terlalu menonjolkan unsur drama melainkan menonjolkan unsur layaknya olahraga tinju atau MMA, seperti press confrence atau post-match commentary, sehingga unsur seperti inilah yang membuat suasana rivalitas antar pegulat serasa lebih realistis walaupun hanya “scripted”.

NJPW tidak memiliki acara mingguan melainkan acara dengan format

Promosi dalam pro wrestling bisa dikatakan sebagai alur cerita atau “story arc”, bisa tentang perebutan gelar juara atau balas dendam. Umumnya,promosi atau alur cerita ini disajikan di setiap acara mingguan dan diakhiri di acara besar tertentu yang biasanya di akhir atau awal bulan. Banyak promotor, termasuk WWE menggunakan konsep ini untuk membangun sekaligus menjaga momentum beberapa pegulat, namun hal ini sedikit berbeda di NJPW.

Road to saat mendekati acara besar, juga membuat promosi dengan format turnamen di beberapa bulan tertentu. Format promosi ala NJPW ini juga berjangka panjang ketimbang WWE yang berjangka pendek sehingga promotor mempunyai waktu banyak untuk memberikan promosi pertandingan serta cerita yang lebih menarik, bahkan bisa terbagi ke beberapa bab.

Salah satu hal yang membuat NJPW sangat menarik adalah aksi pegulat muda yang disebut Young Lion yang tidak kalah bagusnya dengan pegulat veteran. Para Young Lions ini mengikuti latihan dan aturan yang sangat ketat di NJPW Dojo, bahkan harus tinggal di asrama khusus pegulat Young Lions. Selain itu, NJPW mempunyai promosi khusus Young Lion dengan format turnamen yaitu “New Japan Young Lion Cup” di sela-sela promosi besar. Analoginya, “New Japan Young Lion Cup” bisa dibilang episode filler dalam sebuah anime.

Meskipun jatah kesempatan pegulat muda bisa dibilang minim, namun pada akhirnya NJPW sudah siap mengenalkan bintang masa depan. Bullet Club, salah satu faksi terbesar di NJPW dan sudah menjadi ikon di dunia Pro Wrestling sekaligus tren Pop Culture. Yang terkenal hingga pengaruhnya masih ada sampai sekarang adalah faksi seperti The Four Horsemen, nWo, D-Generation X, dan banyak lagi. Sayangnya, unsur ini dianggap para penggemar sudah hilang dari WWE, padahal dalam sejarah WWE selalu menghasilkan faksi yang berkualitas.

NJPW unsur faksi ini sangat mendalam dan telah menjadi bagian dari budaya mereka menjadi produk pemasaran

Unsur faksi dalam NJPW selain dijadikan sebagai bahan promosi, digunakan untuk memberikan kesempatan yang luas bagi para pegulat yang kurang populer dalam melakukan promosi atau mendapatkan gelar juara sehingga setiap pegulat memiliki kesempatan yang setara dengan pegulat populer. Semakin populernya sebuah faksi, semakin mudah kesempatannya dalam mendapatkan gelar juga. Salah satu faksi yang populer di NJPW adalah Bullet Club dengan gimmick gangsternya.

Faksi ini sudah menjadi ikon pop culture di industri gaming karena pernah muncul sebagai Item spesial “Tekken 7” dan mantan anggotanya seringkali muncul di turnamen gaming “CEO” sekaligus mempromosikan pro wrestling. Inilah alasan umum mengapa NJPW lebih bagus ketimbang WWE, yaitu Strong Style. Strong Style dalam hal ini adalah referensi gaya gulat yang lahir di Jepang.

Di NJPW, lebih sering menggunakan tamparan, tendangan serta kuncian lemparan ketimbang gulat Amerika yang sedikit kaku, atau lebih banyak gerakan memukau daripada gulat Meksiko pada umumnya. Gaya gulat khas Jepang ini memberikan atmosfir yang lebih menegangkan seakan pertarungan yang murni layaknya pertarungan tinju atau MMA.

Banyak kritikus pro wrestling mengatakan bahwa gulat ala NJPW adalah yang terbaik dalam industri pro wrestling. Dave Meltzer, seorang kritikus pro wrestling paling terkenal, sering kali memberikan ulasan positif dan juga memberikan bintang 5 dalam rating setiap sebuah pertandingan, bahkan hanya promotor ini yang mampu menghasilkan pertandingan gulat dengan rating bintang 6, yaitu Omega vs Okada di acara besar Wrestle Kingom 11 tahun 2017.

NJPW adalah contoh utama dalam peningkatan popularitas sekaligus bukti betapa superiornya produk mereka. NJPW akan terus menjadi lebih baik dan terus tumbuh dari pesaing hingga mendominasi bisnis olahraga Pro Wrestling. Satu hal yang pasti, setiap pertunjukan membuat penggemar puas dengan setiap acaranya.

Hasil Tes Diragukan, Manny Pacquiao Kukuh Nyatakan Negatif Covid19 – Petinju asal Filipina, Manny Pacquiao, memastikan dirinya negatif Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona. Dalam beberapa hari terakhir, Manny Pacquiao dikhawatirkan terjangkit virus corona setelah bertemu politikus Filipina, Aguilino “Koko” Pimental.

Hasil Tes Diragukan Manny Pacquiao Kukuh Nyatakan Negatif Covid19

Hasil Tes Diragukan Manny Pacquiao Kukuh Nyatakan Negatif Covid19

Aguilino Pimental dinyatakan positif Covid-19, Rabu (25/3/2020). Selain karena sempat bertemu Aguilino, Manny Pacquiao juga dikhawatirkan terjangkit virus corona karena sering tampil di publik sebagai senator Filipina. Dalam pernyataan resminya, Manny Pacquiao memastikan dirinya negatif Covid-19 setelah menjalani rapid test. “Kepada seluruh warga Filipina, saya saat ini sudah mulai melakukan karantina di rumah.

Tolong jangan khawatir,” kata Manny Pacquiao dikutip dari situs The Independent. “Saya menggunakan alat tes cepat yang dikirimkan teman saya dari Korea Selatan. Hasilnya negatif. FDA (Administrasi Makanan dan Obat-obatan Filipina) belum menyetujui hasil tes, tetapi apa yang digunakan di Korea Selatan sudah terbukti,” ujar petinju berjulukan Pac Man ini. Baca juga: Pacquiao Minta Pemimpin Berada di Garda Terdepan Perangi Virus Corona Meski hasil tesnya diragukan.

Pacquiao menolak untuk melakukan tes lanjutan sesuai dengan rekomendasi otoritas setempat karena dirinya tidak merasakan gejala apa pun. Pacquiao juga menilai hasil tes cepat dari alat Korea Selatan sudah sangat valid. “Saya didorong untuk melakukan tes ulang. Namun, saya memastikan saat ini saya belum merasakan gejala apa pun,” kata Pacquiao. Saya bersedia melakukan tes untuk keluarga dan negara saya jika tubuh saya merasakan hal aneh. Masih banyak orang yang lebih membutuhkan tes daripada saya,” ujar Pacquiao menambahkan.

Sebagai senator, Pacquiao sering tampil di depan publik selama Filipina menerapkan status lokcdown atau karantina nasional akibat pandemi virus corona. Untuk menangani virus corona, Pacquiao telah menyumbangkan sekitar 600.000 masker ke petugas kesehatan Filipina dari dana pribadi. Pacquiao juga sudah bekerja sama dengan pendiri Alibaba, Jack Ma, untuk mendatangkan 50 ribu alat tes uji Covid-19 dari China ke Filipina. Pacquiao yang dikabarkan akan kembali ke ring tinju pada bulan Juli nanti mengaku ingin fokus terlebih dahulu membantu Filipina keluar dari krisis saat ini.

Apakah dengan Tren Sepeda Membuat Indonesia Seperti Belanda – Akibat pandemi covid-19, trend sepeda kembali muncul di masyarakat. Entah siapa yang memulainya terlebih dahulu. Sebelumnya, hanya orang-orang yang hobi bersepeda saja yang mewarnai jalan. Namun, saat ini, sepeda seperti suatu hobi baru yang harus dimiliki orang. Bagaimana tidak? Hampir setiap hari saya melihat orang-orang bersepeda mulai dari pagi buta, hingga menjelang siang. Mulai dari personal, couple, keluarga, hingga komunitas.

Apakah dengan Tren Sepeda Membuat Indonesia Seperti Belanda

Apakah dengan Tren Sepeda Membuat Indonesia Seperti Belanda

Lantas, apa tujuan mereka bersepeda? Agar sehat, mengikuti trend, atau hanya memamerkan sepeda saja. Banyak kalangan usia yang tidak mau ketinggalan mengikuti trend ini. Saya sendiri kadang juga bersepeda jauh sebelum trend ini muncul. Ketika akhir-akhir ini saya bersepeda dengan keluarga, banyak diantara mereka juga ikut menggowes bersama. Akhirnya timbul pertanyaan.

Banyaknya pesepeda di jalan, mengingatkan saya pada Negara Belanda. Belanda menduduki posisi pertama sebagai pesepeda terbanyak. Hal itu yag membuat sepeda sebagai transportasi pribadi. Dimana-mana sepeda, udara segar karena tidak banyak kendaraan berasap. Dan pertanyaan saya saat ini adalah, apakah dengan trend sepeda, membuat Indonesia seperti belanda.

Maksud dari pertanyaan diatas, apakah kita bisa menjalani trend sepeda ini sebagai kebutuhan, bukan sekedar trend saja. Apakah kita bisa, membuat udara kembali menjadi segar tanpa polusi. Apakah kita bisa seperti negara-negara maju lainnya. Alangkah seru dan sehatnya bila sepeda sebagai kendaraan yang sering dipakai kemana-mana. Mobil dan motor hanya dipakai bila jarak jauh. Apakah kita bisa menjadikan sepeda sebagai tranportasi utama.

Jika kita mau, seharusnya kita membuat jalan khusus sepeda agar aman

Jika kita mau seharusnya kita membuat jalan khusus sepeda agar aman

Seharusnya kita tidak bertabrakan dengan kendaraan lain. Saya sendiri sering melihat pesepeda memakai jalan raya. Khususnya dipakai kendaraan berat. Kenapa? Karena tidak ada jalan khusus untuk pesepeda. Di kota besar, ada jalur khusus pesepeda. Namun apa, jalur itu malah dipakai kendaraan bermotor. Parahnya lagi kalau dipakai parkir mobil.

Kalau trend sepeda ini berangsur menjadi transportasi utama, selamat, kita mulai membiasakan hidup sehat. “Sekarang banyak orang sepedahaan. Berarti masyarakat mulai sadar hidup sehat.” Kata saudara saya waktu itu ketika kami beristirahat di Stasiun Magetan. Saya hanya mengangguk sambil berpikir, “Semoga saja kita kayak Negara-negara dengan sepeda terbanyak.

Dan kalau sepeda berhasil menjadi transportasi utama di Indonesia, semoga saja ada jalan khusus untuk kendaraan bermotor, jalan khusus pesepeda, dan jalan khusus penjalan kaki. Agar tidak saling tabrak-menabrak. Bisakah kita belajar seperti Belanda dengan sepeda mereka

Bahaya di Usia Tua Mike Tyson Vs Roy Jones Jr Disarankan Tanding Basket Saja – Para penyaksi bertanya-tanya melihat video yang marak di media sosial, Mike Tyson yang kini sudah tua dan berumur 54 tahun terlihat sedang latihan bertinju lagi. Ya, Si Leher Beton akan kembali menunjukkan keperkasaannya, Mike Tyson akan bertarung dan naik ring lagi, dan lawannya adalah Roy Jones Jr, 51 tahun.

Bahaya di Usia Tua Mike Tyson Vs Roy Jones Jr Disarankan Tanding Basket Saja

Bahaya di Usia Tua Mike Tyson Vs Roy Jones Jr Disarankan Tanding Basket Saja

Kendati bukan untuk merebut atau mempertahankan gelar seperti ketika masih muda dulu, akan tetapi laga amal ini sudah ditetapkan waktunya yaitu pada 12 September 2020 mendatang di Los Angeles, Amerika Serikat. Keinginan Tyson untuk naik ring lagi semula lawan yang akan dihadapinya adalah Evander Holyfield. Tapi akhirnya, pada kenyataannya, yang menjadi lawan Si Leher Beton adalah mantan juara dunia tinju di empat kelas, Roy Jones Jr.

Karier dan riwayat tinju Mike Tyson tentu lebih dikenal daripada Roy Jones Jr. Roy Jones Jr yang kini berstatus sebagai warga negara Rusia itu baru dua tahun gantung sarung tinju. Karier luar biasanya membuat Roy Jones menguasai dan juara di empat kelas yang berbeda yang dibukukannya kurun 1989 sampai 2018. Sedangkan Si Leher Beton mengakhiri memukul lawan sebagai petarung adalah pada tahun 2006.

Sayang Tyson tidak mengakhiri kariernya sebagai petinju dengan manis

Sayang, Tyson tidak mengakhiri kariernya sebagai petinju dengan manis. Pada laga terakhirnya, Si Leher Beton dikalahkan oleh petinju asal Irlandia, Kevin McBride di ronde keenam, pada 2005. Laga itu juga yang melambungkan nama McBride. Bermain hanya di kelas berat, Si Leher Beton mencatat kemenangan 50 kali (44 KO) dari 58 kali naik ring. Sedangkan Roy Jones, dari 75 kali naik ring di di empat kelas berbeda, membukukan 66 kali kemenangan, dengan 47 kali di antaranya KO.

Setelah menyatakan mundur dari ring tinju dua tahun lalu, Roy Jones mengatakan bahwa dirinya tidak mempunyai niat untuk kembali ke atas ring. Tetapi melawan Mike Tyson, kekecualian,” katanya kepada sports. Inilah berkah Allah saya naik ring lagi, jangan cemas, saya tidak akan jadi kaya. Saya melakukan bukan uang. Saya hanya senang saja bisa melakukan ini lagi,” kata Mike Tyson. Nama Mike Tyson berubah menjadi Malik Abdul Aziz ketika dia menjadi seorang Muslim. Keputusan masuk Islam itu dibuatnya pada tahun 1995 selepas dia keluar dari balik jeruji besi karena kriminalitas yang dilakukannya.

Saya sangat bersyukur dengan semua ini, bisa naik ring lagi,” tuturnya kepada boxingscene. Pria kelahiran Brooklyn, New York, Amerika Serikat, 30 Juni 1966 itu menjelaskan keinginan untuk naik ring lagi ini terlontar begitu saja dari saudara iparnya, dan jadi keterusan. Laga kali ini pun untuk amal, sebelumnya Tyson juga cukup banyak terlibat dalam kegiatan amal. Dengan berbagai cara latihan, beberapa waktu lalu Mike Tyson sempat memperlihatkan tubuhnya dalam usianya yang sekarang.

Hasrat Mike Tyson untuk naik ring kembali ternyata berpengaruh kepada petinju legendaris

Tyson pun menceritakan beberapa aktivitas latihan untuk membentuk tubuhnya sebagai petinju dan siap naik ring lagi. Lain yaitu Oscar De La Hoya. De La Hoya yang kini berusia 46 tahun ini mengaku terinspirasi melihat video latihan Mike Tyson. Saya sempat mempertimbangkan apakah meniru dia (Tyson) naik ring lagi,” ujar petinju legendaris yang dijuluki “The Golden Boy” itu. Karier profesional peraih medali emas Olimpiade 1992 itu dibukukannya dengan 39 kemenangan dan 6 kali kalah.

Lain pertimbangan, legenda petinju kelas berat George Foreman (71), turut angkat bicara rencana tarung kedua petinju gaek tersebut. Foreman berpendapat sebaliknya Roy dan Tyson jangan saling pukul lagi, karena sangat berbahaya mengingat faktor usia. Foreman menginginkan keduanya pensiun saja. Saat masih muda mereka saling pukul, ketika sudah tua, terkena pukulan Anda akan goyang dan berbahaya. Ada waktu kapan Anda harus merasa khawatir dan memperhatikan kesehatan,” katanya.

Dalam kariernya Foreman dikenal sempat menjadi lawan olahraga adu jotos ini dengan Muhammad Ali. Lebih baik pensiun dan fokus pada urusan masing-masing. Untuk bertemu tidak perlu dengan saling pukul. Lebih baik bertemu di pertandingan basket, tinju bukan hal yang harus dimainkan,” ucapnya.

Karena Fabio Quartararo Lagu Prancis Kembali Terdengar di Spanyol – Selang sepekan, balapan kedua MotoGP 2020 kembali tergelar di sirkuit yang sama. Menariknya, Fabio Quartararo juga kembali meraih hasil yang gemilang. Hanya yang membedakan adalah yang disebut sebagai Seri Andalusia itu tidak diikuti Marc Marquez. Pembalap asal Spanyol yang memperkuat Repsol Honda itu akhirnya menyerah dengan. Kondisi tubuhnya yang memang belum siap untuk tampil di balapan kandang tersebut.

Karena Fabio Quartararo Lagu Prancis Kembali Terdengar di Spanyol

Tanpa Marc, Honda hanya menempatkan Alex Marquez sebagai jagoan pamungkas. Ini membuat Honda hanya memiliki 3 pembalap di balapan tersebut, yaitu Alex, Cal Crutchlow, dan Takaaki Nakagami. Awalnya, harapan Honda dan penggemarnya digantungkan ke Cal Crutchlow. Karena, pembalap asal Inggris itu menggunakan spesifikasi motor yang sama dengan motor pabrikan. Dan, dia sudah berpengalaman dalam membawa motor liar Honda. Namun, fakta di balapan berkata beda. Justru Nakagami yang membuat Honda tidak begitu malu untuk berkemas dari Jerez ke Brno (9/8).

Ini adalah pencapaian yang luar biasa baginya, karena selama ini hanya berkutat di posisi belasan atau paling bagus bertarung di 10 besar. Dengan hasil ini, Honda seolah cukup menyaingi tren positif tim satelit Yamaha, Petronas SRT yang meraih podium tertinggi. Jika melihat balapan secara keseluruhan, sebenarnya race yang berada di sirkuit Jerez ini seperti menjadi ajang pembuktian bagi pembalap tim satelit. Karena, tak hanya Quartararo yang dapat tampil di depan, Nakagami dan duo Pramac Ducati; Jack Miller dan Francesco Bagnaia sempat berada di barisan depan.

Bahkan Bagnaia sempat mengisi posisi kedua setelah mampu menyalip seniornya, Valentino Rossi. Namun, sayangnya juara Moto2 2019 itu harus DNF tak lama setelah rekannya, Miller mengalami crash. Selain Quartararo, Franco Morbidelli yang juga membela tim satelit Yamaha juga sempat bersaing sengit dengan Valentino Rossi. Namun lagi-lagi, ada kenahasan bagi pembalap Italia itu, karena motornya tiba-tiba mengalami masalah seperti Rossi di race sebelumnya. Seandainya, ketiga pembalap satelit itu tidak mengalami masalah, bisa saja podium kali ini akan diisi oleh tiga pembalap asal tim satelit.

Pembalap asal Jepang itu sukses finis di urutan keempat

Tiga pembalapnya yang tersisa di sirkuit berhasil menjejak podium. Fabio Quartararo sebagai juara, Maverick Vinales kedua, dan Valentino Rossi ketiga. Seandainya balapan masih tersisa satu atau dua putaran lagi, mungkin ceritanya akan berbeda, karena Nakagami sudah mulai mengejar posisi Rossi. Hanya, jika berpatokan pada situasi ketika Rossi berduel dengan Vinales, maka Nakagami akan mendapati persaingan alot dari sang senior.

Benar, pengalaman Rossi di balapan kali ini seolah memberikan jawaban terkait bagaimana cara mengelola kekuatan di kondisi balapan yang sangat melelahkan itu. Di sini ada satu sosok yang mendapatkan keuntungan dari keberadaan Rossi, yaitu Vinales. Dirinya yang sempat keteteran dan disalip banyak pembalap lain, akhirnya kembali dapat menemukan posisi yang terbaik setelah kembali berdekatan dengan Rossi. Seolah Vinales diajarkan untuk bersabar dalam menghadapi balapan di situasi yang sangat panas itu. Terbukti, hasilnya pun bagus, karena dia dapat finis kedua. Sedangkan Rossi yang sebenarnya selalu berada di depannya dan sulit disalip pembalap lain lebih mengutamakan.

Pengelolaan ban yang sebenarnya menjadi permasalahan banyak pembalap. Faktor cuaca dan setelan ban atau pun motor, membuat banyak pembalap berjatuhan. Hanya tersisa 13 pembalap yang dapat finis di seri ini. Bahkan, salah satunya sempat masuk ke pit, yaitu Crutchlow. Dengan hasil ini, Quartararo kokoh di puncak klasemen sementara dengan raihan 50 poin berkat back to back juara seri. Sedangkan Vinales kembali meraih 20 poin dan membuatnya berjarak 10 poin dari pembalap Prancis itu. Hasil podium juga membuat Rossi bahagia. Karena, dengan usianya yang sudah tak lagi muda, dirinya justru mampu finis di podium dengan kondisi balapan yang sangat berbeda dari biasanya.

Namun kematangan dan keberuntungan seolah berpihak kepada Yamaha

Sedangkan bagi Quartararo, kemenangan ini membuatnya menjadi pembalap termuda kedua setelah Marquez yang meraih puncak podium dengan back to back. Dia juga menjadi pembalap satelit pertama yang mampu menjuarai balapan secara back to back. Kita pun akan diajak untuk menantikan kiprahnya di seri Brno pada 9 Agustus nanti. Diharapkan di seri ini Marc Marquez sudah fit dan dapat bersaing di barisan terdepan. Duel antara Quartararo dengan Marc pun akan dinantikan, karena bisa saja itu akan menjadi duel yang cukup menentukan persaingan juara dunia di musim ini.

Meski Marc harus tanpa poin di dua seri pertama ini, dirinya masih dianggap berpeluang untuk juara dunia seperti yang disebutkan oleh Rossi. Hanya, yang menjadi permasalahan adalah tentang keadaan global. Apakah semua negara yang disiapkan untuk menggelar balapan di musim darurat ini akan mampu menjamin keamanan dari ancaman covid-19 atau tidak. Seperti yang disampaikan oleh presenter MotoGP di Trans7, Lucy Wiryono, bahwa yang diharapkan pada gelaran MotoGP musim ini adalah tentang jaminan keamanan setiap tuan rumah di seri yang tersisa.

Mengingat jumlah seri yang ada hanya 13 dan sudah tergelar 2 seri di sirkuit yang sama, maka tinggal 11 seri dengan 5 negara yang terlibat. Spanyol sejauh ini cukup menjanjikan untuk menghelat balapan yang diagendakan. Namun, negara lain masih menyimpan tanda tanya, termasuk Rep. Apakah kita masih akan mendengarkan lagu kebangsaan Prancis kembali berkumandang di sirkuit Brno Atau, lagu kebangsaan Spanyol yang justru akan terdengar.

3 Alasan Jordan Henderson Layak Raih Penghargaan Pemain Terbaik Versi FWA – Tak hanya membantu Liverpool juara premier league 2019/2020. Jordan Henderson meraih penghargaan individu pada Kapten The Reds itu ditetapkan sebagai pemain terbaik Liga Inggris versi Football Writers’ Association (FWA). Hendo, berhak atas gelar ini karena berhasil mengungguli dua pesaingnya, yakni Kevin De Bruyne (Manchester City) dan. Marcus Rashford (Manchester United), serta rekan satu timnya Virgil van Dijk dan Sadio Mane.

3 Alasan Jordan Henderson Layak Raih Penghargaan Pemain Terbaik Versi FWA

Sepuluh pemain lain menerima suara dari anggota FWA termasuk pemenang tahun lalu Raheem Sterling. Aaron Wan-Bissaka, Sergio Aguero, Adama Traore, Danny Ings, Jack Grealish, James Maddison dan Jonny Evans. Namun, penghargaan tersebut pada akhirnya jatuh ke tangan Henderson. Para jurnalis sepak bola di Inggris sudah mengakui bahwa pemain jebolan akademi Sunderland ini memang sangat pantas mendapatkannya.

Berikut ini tiga alasan mengapa Jordan Henderson pantas memenangkan penghargaan Pemain Terbaik versi FWA. Penampilan Memesona di Level Domestik Liverpool berhasil menjuarai Premier League pada musim ini. Kesuksesan tersebut sebagian besar berkat performa impresif yang ditunjukkan Jordan Henderson. Bahkan dari performanya tersebut Henderson diganjar sebagai pemain terbaik pada bulan Januari lalu, ia pun menjadi kapten.

Liverpool pertama yang mengangkat trofi Liga Premier League, saat The Reds mengakhiri penantian 30 tahun untuk gelar liga papan atas. Pemain berusia 30 tahun telah mencetak empat gol dan lima assist di Liga Inggris musim ini, dan mengalami tiga kekalahan bersama Liverpool. Henderson Pekerja Keras Manajer Liverpool, Juergen Klopp, menyebut, Jordan Henderson memang layak meraihi Pemain Terbaik Liga Premier Inggris 2019/20 versi FWA. Menurutnya hal ini tidak lepas dari kegigihan yang diperlihatkan kapten The Reds itu.

Talenta dan sikapnya membuat suatu paduan yang lengkap dan Henderson

Adalah contoh,” ungkap Klopp dinukil dari laman resmi klub. Juru taktik asal Jerman itu, lebih jelas mengungkapkan bahwa Henderson sudah membuktikan dirinya bisa mengatasi tantangan yang ada dan itu menjadi salah satu alasan mengapa Henderson pantas menerima penghargaan yang diterimanya. Berkilau di Piala Dunia Antar Klub Pada musim ini adalah musim yang sangat spesial bagi pemilik jersey no 14 di Liverpool pada tahun ini, selain Premier League ia pun telah mengukir gelar Liga Champions pada akhir musim 2018/2019.

Liverpool memang gagal memenangkan Liga Champions pada musim ini. Meskipun begitu, Jordan Henderson masih mampu membawa Liverpool menjuarai Piala Dunia antar klub pada bulan Desember tahun lalu. Itulah tiga alasan singkat yang saya dapat cermati soal kelayakan Henderson meraih gelar FWA Footballer of the Year. Terakhir, selain untuk kategori pesepakbola laki-laki, Vivianne Miedema, pemain Arsenal dan Tim Nasional (Timnas) Perempuan Inggris, meraih gelar FWA Footballer of the Year untuk kategori pesepak bola perempuan.

FWA sendiri adalah sebuah asosiasi yang menaungi jurnalis-jurnalis olahraga di Inggris. Dibentuk pada 22 September 1947 atas usulan empat jurnalis, yakni Charles Buchan (News Chronicle), Frank Coles (Daily Telegraph), Roy Peskett (Daily Mail), dan Archie Quick, FWA mulai rutin memberikan penghargaan pemain terbaik kepada pesepakbola yang bermain di Inggris sejak 1948.

Pemain yang pertama kali mendapatkan penghargaan FWA Footballer of the Year ini adalah Sir Stanley Matthews, pemain kenamaan Inggris yang terkenal akan drible magisnya. Sampai sekarang, FWA masih rutin memberikan penghargaan, baik kepada pesepakbola laki-laki maupun perempuan, yang tampil baik. Syaratnya, pemain tersebut harus bermain di kompetisi sepak bola Inggris.

MotoGP Jerez El-Diablo Digdaya Marquez Apes dan KTM yang Kian Mantap – Fabio Quartararo pecah telur. Sirkuit Jerez menjadi saksi kemenangan pertama pebalap berpaspor Perancis itu. Mengawali start dari posisi pertama, Quartararo sempat bertarung melawan calon tandemnya tahun depan, Maverick Vinales. Dan seperti biasa, yang selalu bertarung di grup depan yakni sang juara bertahan, Marc Marquez.

MotoGP Jerez El-Diablo Digdaya Marquez Apes dan KTM yang Kian Mantap

MotoGP Jerez El-Diablo Digdaya Marquez Apes dan KTM yang Kian Mantap

El-Diablo yang pada hari pertama free practice diganjar pemotongan durasi latihan selama 20 menit mampu mempertahankan ritme dan konsisten berada di grup depan. Perlawanan Yamaha terhadap Honda diawali oleh Vinales yang selama beberapa lap memimpin jalannya lompa, hingga Marquez mengambil alih. Malang menimpa the Baby Alien. Saat mempertahankan posisi dari rongrongan Vinales, motornya terlihat kehilangan traksi saat melewati tikungan 4.

Namun luar biasa, meski dalam sudut kemiringan yang sempit, Marquez hanya kehilangan kendali selama sekian detik dan mampu kembali menguasai motornya. Kembali ke track setelah melintasi gravel, Marquez mendarat di depan sang adik, Alex yang berada di posisi ke-16. Sementara itu, pertarungan memperebutkan podium teratas terjadi antara Vinalez, Quartararo dan pebalap Pramac Racing, Jack Miller. Miller yang start dari posis ke-5 ditempel oleh rekan setimnya, Francesco Bagnaia.

Miller akhirnya kehilangan podium setelah Andrea Dovizioso menyodok di lap akhir dan Bagnaia pun harus tergeser oleh pebalap Petronas, Franco Morbidelli dan pebalap KTM, Pol Espargaro. Podium pertama pun akhirnya dikuasai oleh Fabio Quartararo dengan catatan waktu 41:23.796. Maverick Vinales dan Andrea Dovizioso menyusul di podium ke-2 dan ke-3 dengan gap masing-masing +4.603 dan +5.946 dari catatan waktu Quartararo. Dengan capaiannya ini, Fabio Quartararo menjadi pebalap Perancis yang mampu menjuarai kelar utama setelah kemenganan.

Regis Laconi di sirkuti Valencia di GP 500cc pada tahun 1999

Selain kemenangan pebalap satelit Yamaha, ada hal luar biasa yang terjadi di sirkuit legendaris ini. Yakni jatuhnya Marc Marquez. Penyelamatan yang dilakukannya saat mengalami selip di awal lomba tak membuatnya keluar dari persaingan. Terlempar dari urutan ke-10 di tak membuatnya kesulitan untuk kembali ke depan. Perlahan namun pasti, pemilik 6 gelar juara dunia MotoGP itu mendekati posisi Vinales yang sudah ditinggalkan Quartararo.

Malang tak bisa ditolak, di tikungan 4, Marquez terjatuh dan harus keluar pertandingan. Beberapa saat kemudian, dia tampak ditandu dengan leher dibalut neck holder sembari memegangi lengan kanannya. Belum ada keterangan resmi mengenai cidera yang dialaminya. Bisa jadi cideranya cukup parah terlihat dari kerasnya dia terjatuh dari tunggangannya. Pabrikan Austria nan ambisius ini terlihat makin mantap saja. Salah satunya berkat bergabungnya mantan loyalis Repsol Honda, Dani Pedrosa sebagai pebalap penguji.

Ambisi KTM untuk memperbesar peluangnya bersaing dengan pabrikan Jepang nampaknya membuahkan hasil, paling tidak di awal musim ini. Pol Espargaro yang start dari grid ke ke-7 mampu bertarung di bagian depan meski belum menyentuh 3 besar. Di penghujung balapan, Espargaro mampu bertengger di posisi ke-6 sementara pebalap satelit KTM Tech 3, Miguel Oliviera, finish di posisi ke-8. Namun KTM harus segera mempersiapkan pengganti Espargaro untuk musim 2021.

Sebab, pebalap 29 tahun itu resmi menggeser Alex Marquez dari jok RC212v di Repsol Honda Team. Pebalap Mission Winnow Ducati, Danillo Petrucci disebut akan mengisi posisi yang ditinggalkan Espargaro. Sebagaimana diberitakan, Petrucci tergusur dari tim pabrikan Ducati dan digantikan oleh Jack Miller.

Club Premier League, Arsenal punyai sasaran transfer baru pada musim panas kelak. The Gunners diisukan akan coba mengambil pemain tengah punya Aston Villa, Douglas Luiz. Arsenal dikabarkan akan merombak team pada musim panas kelak. Mikel Arteta ingin datangkan beberapa pemain berbakat ke London Utara supaya bisa jadi lawan gelar yang serius.

Salah satunya tempat sebagai konsentrasi Arteta ialah baris tengah Arsenal. Dia memandang gelandang-gelandang Arsenal sekarang ini masih kurang oke untuk menyelesaikan strateginya hingga dia ingin tarik pemain tengah baru. 90min mengakui jika Arteta telah punyai sasaran transfer yang baik untuk baris tengah mereka. Arteta ingin teamnya datangkan Douglas Luiz dari Aston Villa.

Perform Bagus

Berdasar laporan itu, Arteta ingin membawa Luiz sesudah lihat performnya di Aston Villa.

Luiz adalah punggawa baru The Villans musim ini. Dia dibeli dari Manchester City dengan mahar 15 juta pounds.

Pada musim pertamanya, Luiz tampil bagus di baris tengah Villa, dimana dia membuat 3 gol serta dua assist. Jadi Arteta memandang si pemain tengah dapat berperan buat teamnya musim depan.

Tahu Potensi

Arteta punyai fakta lain kenapa dia ngotot ingin datangkan Luiz pada musim panas kelak.

Arteta cukup mengenali figur pemain dari Brasil itu. Sebab dia menikmatinya saat jadi asisten pelatih Pep Guardiola di City.

Dia yakin pemain tengah 22 tahun itu punyai kekuatan yang besar sekali hingga dia ingin Luiz jadi pilar baris tengah mereka musim depan.

Posisi Tertinggal

Arsenal dipercaya akan kesusahan untuk mengambil Luiz pada musim panas kelak.

Manchester City dikabarkan tertarik memulangkan si pemain tengah, dimana mereka punyai klausul buyback untuk memulangkan si pemain tengah.

Menyelami Kehidupan Renee Gracie Pembalap yang Jadi Bintang Porno – Jalan hidup orang tidak ada yang tahu, semua adalah kehendak-Nya. Begitu pun dengan Renee Gracie, mantan pebalap wanita Supercar asal Australia yang belakangan tengah menjadi sorotan publik. Kenapa Wanita berparas ayu nan montok ini dikabarkan memilih untuk beralih profesi dari seorang pembalap menjadi bintang film porn. Di salah satu situs web berlangganan dan Renee pun kerap membagikan foto seksinya di akun instagram pribadinya.

Menyelami Kehidupan Renee Gracie Pembalap yang Jadi Bintang Porno

Menyelami Kehidupan Renee Gracie Pembalap yang Jadi Bintang Porno

Awalnya, Renee adalah pembalap pro yang memiliki jam terbang cukup tinggi di ajang balapan kelas ‘supercar’ di. Negeri Kanguru itu seperti Porsche Carrera Cup Australia Championship dan International V8 Supercars Championship. Ia menggeluti ajang balapan ini sejak 2013 silam. Namun, kiprahnya di dunia balap tidak bertahan lama. Setelah mendapatkan rekor yang tak memuaskan di tahun 2016, kemudian memasuki musim balapan 2017 ia mulai tersingkir dari tim balapnya.

Pada suatu titik Renee memutuskan untuk meninggalkan dunia balap dan kemudian menggunakan tubuhnya dan banting setir menjadi. Adult entertainer’ dalam situs berbasis subscription, OnlyFans. Kini, Renee menjual foto dan video bagi para subscriber, dengan tarif berlangganan sebesar 9 dolar. AS (Rp 126 ribu) per bulan. Dengan total sekitar 7 ribu subscribers yang dimilikinya, Renee bisa mendapatkan hingga 63 ribu dolar AS per bulan (Rp 887 juta) dan 756 ribu dolar AS per tahun (Rp 10 miliar).

Pendapatan yang fantastis itu memang ia dapatkan dengan mengorbankan impiannya. Sebagai seorang pembalap yang bisa berkiprah di ajang yang lebih bergengsi seperti Indycar atau Nascar. Namun, Renne tidak menyesal apa yang telah dilakukannya saat ini. Renee Gracie, wanita kelahiran Brisbane, 25 tahun itu baru-baru ini mengungkapkan dalam sebuah wawancara perihal keputusannya beralih profesi dari seorang pembalap ke industri film dewasa adalah semata-mata karena masalah finansial.

Menurutnya ini merupakan keputusan terbaik dalam hidupnya dan rela melepaskan hasratnya untuk berlomba untuk mendapatkan lebih banyak uang. Saya tidak mendapatkan hasilnya dan tidak bisa mendapatkan uang yang lebih banyak. Saya mencoba melakukan yang terbaik tetapi sampai pada titik di mana impian saya lenyap. Itu adalah hal terbaik yang telah saya lakukan sepanjang hidup saya. Hal ini telah menempatkan saya pada posisi keuangan yang tidak pernah saya impikan dan saya benar-benar menikmatinya kata Renee Gracie dalam sebuah wawancara.

Secara blak-blakan Renee mengatakan bahwa selama berkarier di dunia balap ia tidak bisa menghasilkan uang yang banyak

Makanya di balapan ia seperti sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi makanya prestasinya biasa saja. Saya tidak pandai balapan, saya berhenti balap, sudah selesai, sudah selesai. mungkin orang berpikir saya gila, namun apa yang didapatkan saat ini tidak saya dapatkan sebelumnya,” akunya. Bahkan Renee mengakui bahwa apa yang dia lakukan saat ini mendapat dukungan dari ayahnya soal karier sebagai bintang pornografi.

Makanya itu ia tak peduli terhadap perkataan orang lain tentang dirinya, terpenting ia bisa mendapatkan penghasilan yang banyak dan nyaman-nyaman saja dengan posisinya sekarang tidak ada yang berubah. Salut Saya memahami apa yang dilakukan oleh Renee ini adalah suatu keadaan yang memaksa untuk bertahan, ketika semua harapan harus jadi kenyataan, ketika segala sesuatu harus diperjuangkan dengan penuh usaha, karena usaha akan selalu berbanding lurus dengan hasilnya.

Saat memasuki usia produktif banyak orang mulai merenungkan kembali hidupnya, mendefinisi ulang mimpi-mimpinya. Di masa inilah biasanya keputusan-keputusan hidup muncul di lini masa kehidupan seseorang dan mulai satu persatu diambil. Namun tak sedikit ada yang mulai berpikir, apakah mereka akan menghabiskan seluruh masa produktif dengan melakukan pekerjaan saat ini atau ganti profesi. Pergantian karir adalah hal biasa dan lumrah, hal ini yang sedang dialami oleh Renee Gracie.

Kondisi keuangan memang bisa membuat seseorang melakukan hal yang tidak diduga sebelumnya, agar bisa bertahan hidup. Bukan hanya Renee, kita pun yang hidup normal dimasa serba mahal dan sulit ini pastinya memiliki keinginan kuat untuk punya uang banyak biar tidak mati dalam keadaan miskin.

Revisi Jadwal Inilah Kenormalan Baru di MotoGP 2020 – Seiring berjalannya waktu, kita mulai cukup bisa beradaptasi, khususnya dalam menghadapi pandemi corona. Beberapa negara yang sebelumnya menjadi pesakitan terlebih dahulu, mulai terlihat bangkit. Hal ini dapat terlihat pula di bidang olahraga, salah satunya adalah sepak bola. Jerman adalah negara pertama di Eropa yang kembali menggelar kompetisi sepak bola untuk melanjutkan sisa akhir musim 2019/20. Ini menjadi optimisme bagi negara lain untuk turut kembali menggelar kompetisi. Inggris dan Italia menyusul.

Revisi Jadwal Inilah Kenormalan Baru di MotoGP 2020

Revisi Jadwal Inilah Kenormalan Baru di MotoGP 2020

Bahkan Spanyol sudah melanjutkan La Liga dengan derbi antara Sevilla vs Real Betis (11/6). Tentu ini menjadi kabar bagus bagi masyarakat khususnya yang menggemari pertandingan sepak bola. Meski penampakan di stadion tak seperti biasa, namun seiring berjalannya waktu kita mulai terbiasa. Apalagi zaman sudah cukup berubah. Teknologi sudah semakin canggih, maka apa yang terasa kurang akan dapat digantikan–untuk sementara. Salah satunya adalah dengan keberadaan suara suporter. Meski di tribun tidak ada penonton.

Namun saat kita menonton siaran pertandingan, kita masih bisa mendengarkan riuh suara suporter. Bahkan, terdengar pula teriakan “GOL!” ketika ada bola yang berhasil bersarang ke gawang. Sebagai penggemar bola yang biasanya juga pernah bermain game virtual sepak bola, sebenarnya ini bukanlah hal baru. Keberadaan suara suporter saat kita bermain game tersebut, entah FIFA atau PES, memang cukup ampuh membuat atmosfer semangat muncul. Hal ini diprediksi cukup berlaku bagi para pesepakbola di lapangan.

Meski juga harus sadar bahwa sebenarnya di tribun tidak ada siapa-siapa, kecuali pemain cadangan. Namun, ketika bermain, pasti mereka akan menganggap adanya atmosfer seru di sekitarnya. Keunikan ini juga diberi penampakan unik lainnya, seperti dengan adanya suporter palsu yang “didatangkan” oleh Borussia Monchengladbach di kandangnya. Namun, hal ini sepertinya tidak terlalu diperlukan, kecuali jika suporter-suporter memintanya karena (mungkin) ada faktor timbal-balik terhadap tiket terusan. Jika sepak bola sudah mulai menyajikan kenormalan barunya, bagaimana dengan MotoGP.

Sebagai salah satu olahraga populer tentu MotoGP diharapkan dapat hidup berdampingan dengan pandemi

Pandemic yang masih belum dapat diprediksi kapan 100% lenyap dari bumi. Selain sepak bola Asia dan Indonesia yang biasanya baru bergulir di awal tahun–tidak di pertengahan tahun (pergantian musim), MotoGP juga memperoleh imbas besar ketika corona mulai be-revolusi menjadi pandemi. MotoGP yang selalu bergulir pada Maret dan diselenggarakan di Qatar, harus terhenti segera. Hal ini dikarenakan covid-19 menyebar sangat pesat di Eropa, khususnya di Italia, yang notabene merupakan rumah bagi para pembalap seperti Valentino Rossi, Andrea Dovizioso, dan lainnya.

Bahkan, seri balap di MotoGP juga cukup bergantung pada sirkuit di Italia, termasuk Spanyol. Permasalahannya adalah dua negara itu pada bulan tersebut sudah merasakan dampak dari corona. Itulah yang membuat MotoGP mau tidak mau segera beristirahat. Imbasnya, beberapa seri harus dibatalkan dan paling bagus adalah dimundurkan atau ditangguhkan. Setelah dua bulan lebih, termasuk dengan munculnya “new normal”, MotoGP mulai dinantikan keputusannya terkait musim kompetisi 2020. Tentu, mereka tidak bisa sepenuhnya mengambil keputusan untuk menghilangkan musim kompetisi ini.

Jika sepak bola secara bertahap mampu beradaptasi dengan situasi terkini, maka MotoGP diharapkan juga mampu melakukannya. Tetapi, bagaimana. Awalnya ada pemikiran bahwa MotoGP akan seperti konsep Suzuka 24 Hours. Artinya, digelar di satu sirkuit atau satu negara yang menjamin keamanan penyelenggaraan kompetisi saat virus corona sudah bisa dikendalikan pemerintah setempat.

Jika melihat keberadaan sirkuit, Spanyol difavoritkan untuk dapat menggelar beberapa seri. Mereka punya sirkuit Jerez, Aragon, Catalunya, dan Valencia. Setidaknya ada lebih dari satu sirkuit yang dapat diandalkan untuk melahirkan pertarungan meraih gelar juara. Apabila kemudian hanya Spanyol yang mampu menjamin penyelenggaraan MotoGP, maka mereka bisa menggelar balapan di tempat yang sama dengan jumlah seri yang berbeda. Hal ini terdengar tidak begitu asing, karena World Superbike (WSBK) juga menerapkannya di musim kompetisi normal.

Ini yang membuat MotoGP tidak akan aneh jika melakukan hal serupa

Ditambah dengan fakta saat ini yang tentunya sangat diperlukan protokol keamanan yang tinggi, alias lebih mementingkan kesehatan dibandingkan bisnis atau branding terkait MotoGP ke seluruh negara. Untuk saat ini, MotoGP harus realistis dan sedikit melupakan tentang keuntungan mereka menggelar seri balap di negara-negara penggemar seperti Indonesia, Malaysia, Thailand dan lainnya.

MotoGP harus lebih mengutamakan kemampuan negara yang sarat pengalaman dalam menggelar ajang balap tersebut–di sini sebenarnya Malaysia sangat berpengalaman namun situasi dalam menghadapi corona yang perlu ditinjau kembali. Artinya, MotoGP harus memiliki kenormalan baru yang dapat melancarkan misi mereka untuk restart musim ini. namun, uniknya kenormalan baru ini justru sebenarnya merupakan sesuatu yang wajar di level balap lain, yaitu WSBK.

Jika merujuk pada informasi dari Bolasport.com, kita bisa mengetahui bahwa jadwal penyelenggaraan MotoGP akan mengadaptasi sistem seri di WSBK. Ada beberapa sirkuit yang ditunjuk menjadi tuan rumah dua kali.Di antaranya adalah Jerez, Aragon, Valencia, Redbull Ring (Austria), dan Misano (San Marino/Italia). Kelima sirkuit itu akan menghasilkan 10 seri yang dapat diperebutkan poinnya oleh Marc Marquez, Dovizioso, Maverick Vinales, Alex Rins dan lainnya. Bisa saja inilah kenormalan baru yang diberikan MotoGP ke penggemarnya.

Berhubung mereka sudah kehilangan banyak waktu di awal musim

Sama seperti sepak bola, kita juga akan bersiap menyaksikan layout sirkuit pada sisi tribun harus tanpa penonton yang biasanya. Dihampiri oleh pembalap pasca race dan selalu mendapat sorotan kamera ketika ada momen replay. Selain itu dengan jumlah race yang sedikit, ini sudah cukup bagi pembalap dan tim. Karena mereka diibaratkan sudah mengambil jatah libur paruh musim saat situasi normal. Biasanya setelah mengarungi separuh dari total seri–biasanya setelah seri. Sachsenring Jerman, mereka akan jeda nyaris sebulan dan dilanjut dengan seri di Brno.

Berhubung mereka sudah kehilangan banyak waktu di awal musim, maka jadwalnya saat ini sangat padat. Imbasnya bisa saja ke performa. Karena dengan jadwal sedemikian rupa, semua pembalap sebisa mungkin menghindari cedera. Inilah yang akan menarik untuk dinantikan, karena apakah pembalap yang sangat agresif seperti Marc Marquez, Cal Crutchlow, dan Jack Miller akan tetap agresif. Jika mereka masih menggunakan gaya khasnya, bisa saja ada peluang besar bagi mereka untuk cedera dan kesulitan untuk recovery dalam waktu sepekan.

Bahkan, mantan pembalap yang pernah dijuluki “Man of Steel”, Jorge Lorenzo, bisa saja memilih istirahat dua pekan lebih untuk memulihkan tubuhnya dari cedera, alih-alih tetap membalap. Dugaan terkait manajemen balap karena jadwal padat inilah yang nantinya juga akan menjadi bagian terselubung dari kenormalan baru di MotoGP 2020.

Tentu, sebagai sang juara bertahan yang semakin matang, Marc Marquez tidak akan begitu sembrono untuk membiarkan para pesaing merusak dominasinya di MotoGP. Sedangkan bagi pembalap lain, ini juga menjadi tambahan terhadap tantangan mereka untuk menghentikan hegemoni si sulung Marquez.

F1 Hungaroring GP 2020 Drama di PitLane Magis Verstappen dan Hamilton Dominan – Lewis Hamilton berhasil menjuarai. GP Hungaroring 2020 di ronde ke-3 balap F1. Meskipun di lap 5-7 adanya drama di PitLane, pembalap asal. Britania Raya mampu mendominasi dengan selisih waktu 5 detik dengan pembalap muda Max Verstappen. Namun, Hamilton sudah menduduki peringkat 1 pada lap 10 dengan selisih waktu 45 detik dari peringakat ke-2. Di awal balapan, kondisi track cukup lembab sehingga para pembalap dipaksa menggunakan ban tipe. Wet-Intermediate” untuk mencegah terjadinya pergelinciran sekaligus mengendalikan perfoma laju mobil seoptimal mungkin.

F1 Hungaroring GP 2020 Drama di PitLane Magis Verstappen dan Hamilton Dominan

F1 Hungaroring GP 2020 Drama di PitLane Magis Verstappen dan Hamilton Dominan

Memasuki lap ke 3 hingga 5, seluruh pembalap akhirnya mengganti ban menjadi varian tipe “Dry”. Yang akhirnya menimbulkan trafik di pitlane. Nicholas Latifi, rookie dari tim Williams Racing, menjadi pembalap pertama yang mengalami kerusakan di ban belakang. Yang diakibatkan tindakan cerobohnya sehingga mengalami benturan dari pembalap asal tim Mclaren, Carlos Sainz. Karena mesin dari tim sister club Red Bull mengalami masalah teknis.

Drama juga terjadi di peringkat 2 hingga 10, setelah sebelumnya mengalami kerusakan di bagian sayap depan sebelum balapan dimulai. Max Verstappen akhirnya mampu finish di posisi ke 2 walaupun ada gertakan terakhir dari rekan satu tim Hamilton, Valteri Bottas, yang akhirnya finish di posisi ke-3. Hal yang serupa dengan rekan Verstappen, Alex Albon yang mempunyai masalah dalam sistem mesin. Walaupun akhirnya pembalap keturunan Thailand-Inggris berhasil menduduki di posisi 5.

Piere Gasly dari tim Scuderia AlphaTauri menjadi satu-satunya pembalap yang terpaksa berhenti

Meskipun diawali dengan start yang menjanjikan, duo Sebastian Vettel dan Charles Leclerc dari. Scuderia Ferrari sekali lagi dikecewakan dengan kondisi mobilnya yang sejak awal musim selalu mengalami masalah dan harus finish di posisi 11 untuk Leclerc dan 6 untuk Vettel. Perfoma dari tim papan tengah seperti Racing Point, Mclaren dan Renault secara mengejutkan. Berhasil mengalahkan duo Ferrari dan menduduki di peringkat 4 dan 7 untuk duo Racing Point, Lance Stroll dan Sergio Perez.

Sedangkan duo Mclaren, Carlos Sainz di peringkat 9 dan Lando Norris di peringkat 13. Sedangkan duo Renault, Daniel Ricciardo dan Estaban Ocon tetap konsisten di tabel “midfield”, posisi 8 untuk Ricciardo dan 14 untuk Ocon. Walaupun performa di hasil kualifikasi dan start yang menjanjikan, tim AlphaTauri, Haas Racing dan Williams terpaksa finisih di posisi 10 kebawah bersama dengan tim Alfa Romeo

Kemenangan di GP Hungaroring menjadi kemenangan ke 2 bagi Hamilton di musim ini. Hasil dari GP Hungaroring sekaligus pembalap dari Mercedes naik dan menduduki peringkat pertama di tabel drivers, sekaligus menyamai rekor dengan Michael Schumacher sebagai pembalap yang sama sama 8 kali menjuarai GP Hungaroring.

Melihat dari performa Hamilton di GP kali ini, sangat jelas dengan ambisinya untuk menyamai rekor dengan legenda F1 asal Jerman untuk menjadi 7 kali juara dunia. Rivalnya, Sebastian Vettel harus segera memperbaiki perfoma sekaligus mendorong teknisi Scuderia Ferrari untuk membuat mobilnya sesuai dengan harapan agar menjadi juara di musim 2020 sekaligus hadiah manis untuk musim terakhirnya bersama Scuderia Ferrari.

Andai Trio Bale James Hazard Pemain Utama Real Madrid – Klub ibukota Spanyol. Real Madrid, baru saja memastikan gelar La Liga ke-34 sepanjang sejarah mengalahkan musuh abadi mereka. Barcelona yang terseok-seok dibeberapa pertandingan terakhir. Kekalahan El Barca dari 10 pemain Osasuna di Camp Nou menjadi tanda berakhirny. Perjuangan Lionel Messi dkk dalam perebutan gelar juara La Liga musim ini.

Andai Trio Bale James Hazard Pemain Utama Real Madrid

Andai Trio Bale James Hazard Pemain Utama Real Madrid

Di pertandingan lainnya, Real Madrid berhasil menundukan Villarreal lewat 2 gol Karim Benzema, yang akhirnya memastikan trofi La Liga musim 2019-2020 diangkat oleh Sergio Ramos dkk. Ditengah gegap gempitanya perayaan juara Real Madrid, ada beberapa sosok pemain yang disorot tajam oleh media. Pemain potensial beberapa tahun lalu bagi raksasa Spanyol tersebut, sebut saja Gareth Bale dan James Rodriguez terlihat tidak terlalu menikmati momen spesial pada malam itu.

Kala para pemain mengangkat pelatih mereka, Zinedine Zidane sebagai bagian perayaan juara, James dan Bale enggan ikut. Mereka tersenyum rendah namun tidak ikut mengangkat pelatih mereka. Saat sesi foto, Bale yang berada disisi kanan dari kamera juga terlihat menunjukan senyum formalitas. Wajar saja, kedua pemain tersebut tidak menjadi pilihan utama pelatih Zinedine Zidane. Bale dan James Rodriguez seakan tersisihkan oleh Zidane, karena jarang sekali mendapat kepercayaan untuk mengisi starting line-up.

Bale hanya bermain 20 kali dengan mencetak 3 gol, sementara James Rodriguez hanya bermain sebanyak 14 kali dengan hanya mencetak 1 gol. Posisi mereka adalah pos penyerangan, sehingga penampilan dan jmulah gol mereka sangat tidak menunjukan bahwa mereka merupakan pemain bintang. Bale biasa bertugas menusuk melalui sayap kiri, sementara James biasa ditugaskan untuk memberikan ruang lewat bola-bola dan umpan yang memanjakan striker. Tapi sang arsitek lebih memercayakan posisi tersebut ke pemain Real Madrid yang lain.

Gareth Bale juga menjadi pahlawan bagi kubu Real Madrid kala mereka menghadapi Liverpool difinal Liga Champions Eropa 2018. Gareth Bale saat itu mencetak 2 gol ke gawang Liverpool yang dikawal oleh Loris Karius. Saat itu Real Madrid berhak mengangkat trofi Liga Champions mereka yang ke-13 sepanjang sejarah. Performa yang tentunya memuaskan bagi pelatih mana pun, walau memang Bale memiliki riwayat cedera beberapa kali dalam kariernya di Madrid.

Gareth Bale merupakan mantan pemain termahal dunia yang mengalahkan harga transfer Cristiano Ronaldo

Sementara, James Rodriguez merupakan kapten dari Timnas Kolombia yang memiliki kemampuan umpan dan penempatan posisi yang baik. Kabar lain, Bale dan James diduga sempat terjadi miskomunikasi antara sang pemain dengan Zidane yang menyebabkan keretakan hubungan Bale-James dengan sang pelatih. Satu sosok lain yang sebenarnya menjadi andalan bagi Zidane adalah Eden Hazard. Mantan pemain Chelsea tersebut digadang menjadi penerus kisah indah yang telah ditulis Cristiano Ronaldo yang hijrah ke Juventus.

Namun sayang, Hazard rentan cedera yang menyebabkan dirinya harus bolak balik perawatan. Hazard hanya bermain dalam 21 pertandingan bagi Real Madrid dan baru mencetak 1 gol. Membayangkan jika ketiga pemain diatas tidak memiliki masalah komunikasi dengan pelatih serta terhindar dari masalah cidera. Kemudian dimainkan secara bersamaan di lini serang menemani Karim Benzema yang menjadi tumpuan skuat Bernabeu sepeninggal. Cristiano Ronaldo, alangkah luar biasa tajamnya raksasa La Liga tersebut.

Dengan jam terbang yang tinggi, ditambah pengalaman serta prestasi dari ketiganya, trio. Bale disisi kiri, James dilini tengah, serta Hazard ditempatkan diposisi kanan, penulis percaya pertahanan lawan bisa diobrak-abrik oleh skuad El Real dengan lebih mudah. Sebenarnya, Real Madrid masih punya senjata yang tertidur, yaitu Luka Jovic yang dibeli dari Benfica pada awal musim ini. Namun, Jovic yang sempat dipinjamkan ke Eintracht Frankfurt oleh Benfica baru berusia 22 tahun dan penulis menganggap Jovic sebagai pemain potensial, belum menunjukan rentetan prestasi seperti ketiga pemain yang diulas diatas.

Gareth Bale – James Rodriguez – Eden Hazard sebenarnya dapat diplot juga menjadi senjata rahasia kala Benzema dikunci oleh pemain lawan. Kita lihat saja, apakah Gareth Bale – James Rodriguez – Eden Hazard akan dimainkan bersama pada musim depan

Barcelona Bantu Madrid Juarai La Liga 2019/2020 – Setelah sempat libur karena pandemi Covid-19, La liga kemudian bergulir kembali. Momen itu kemudian dimanfaatkan Real Madrid untuk tancap gas dan kemudian mengkudeta Barcelona. Bertarung tanpa pernah kalah, Real Madrid sukses tampil sebagai juara La Liga musim 2019-2020 setelah berhasil mengalahkan Villarreal dengan skor 2-1. Pada lanjutan La Liga jornada 37 tersebut.

Barcelona Bantu Madrid Juarai La Liga 2019/2020

Barcelona Bantu Madrid Juarai La Liga 2019/2020

Los Blancos menjamu The Yellow Submarine di Stadion Alfredo Di Stefano. Dua buah gol dari Karim Benzema kemudian mengandaskan perlawanan Villareal. Berkat kemenangan itu Madrid kini mengoleksi 86 poin, dan tak mungkin terkejar oleh Barcelona dengan satu laga tersisa. Untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak. Barca sendiri terpaksa harus mengikhlaskan gelar La Liga 2019-2020 kepada Real Madrid setelah mereka justru keok 1-2 dari sepoeloeh pemain Ossasuna di Camp Nou, stadion keramat Barcelona sendiri.

Gelar juara La Liga musim 2019-2020 ini sangat penting bagi Los Blancos mengingat prestasi mereka yang babak belur sebelum ini ditengah dominasi Barca. Ini menjadi gelar ke-3 bagi Los Blancos dalam 10 tahun terakhir setelah sebelumnya mereka menjadi juara pada musim 2011-2012 dan 2016-2017. Sisanya menjadi milik Barca, diselingi sekali oleh Atletico Madrid pada musim 2013-2014. Secara keseluruhan ini menjadi gelar ke-34 bagi Los Blancos sepanjang keikutsertaan mereka di La Liga.

Ya jangan lupa kalau ini adalah La Liga, dimana juaranya “hanya” ditentukan oleh dua klub saja, diselingi sesekali oleh Atletico Madrid atau Valencia tentunya. Nah, ternyata koentji kesuksesan Los Blancos oleh chef Zidane itu hanya ada dua. Pertama, el clasico dan kedua konsistensi permainan. Dari dua laga el clasico antara Barcelona dan Real Madrid musim ini, Madrid berhasil menggondol 4 angka sementara Barcelona hanya 1 angka saja. Artinya Barca rugi bandar!

Sementara ketika bermain di Santiago Bernabeu

Pada pertandingan pertama di Camp Nou, Barcelona pada 19 Desember 2019 lalu, kedua tim bermain kaca mata. Madrid pada 2 Maret 2020 lalu, Los Blancos berhasil menjinakkan La Pulga dan rekan-rekan dengan skor 2-0. Dua buah gol telat dari Vinicius Junior dan Mariano Diaz pada penghujung waktu kemudian membuat Barca berduka. Laga el clasico membuat selisih nilai Madrid dan Barcelona menjadi 3 angka.

Ketika La Liga dihentikan karena pandemi Covid-19, Real Madrid masih tertahan di posisi kedua berselisih dua angka di belakang Barcelona. Akan tetapi ketika kompetisi bergulir, Real Madrid konsisten bermain untuk memetik angka penuh dari lawan-lawanya. Mari kita lihat statistiknya di bawah ini.

10 Laga Terakhir Real Madrid

15/06/20 Real Madrid 3 – 1 Eibar
19/06/20 Real Madrid 3 – 0 Valencia
22/06/20 Real Sociedad 1 – 2 Real Madrid
25/06/20 Real Madrid 2 – 0 Mallorca
29/06/20 Espanyol 0 – 1 Real Madrid
03/07/20 Real Madrid 1 – 0 Getafe
05/07/20 Athletic Club 0 – 1 Real Madrid
11/07/20 Real Madrid 2 – 0 Deportivo Alavés
14/07/20 Granada 1 – 2 Real Madrid
17/07/20 Real Madrid 2 – 1 Villarreal

Sekarang mari kita lihat statistik 10 pertandingan terakhir Barcelona

04/06/20 Mallorca 0 – 4 Barcelona
17/06/20 Barcelona 2 – 0 Leganes
20/06/20 Sevilla 0 – 0 Barcelona
24/06/20 Barcelona 1 – 0 Athletic Bilbao
27/06/20 Celta Vigo 2 – 2 Barcelona
01/07/20 Barcelona 2 – 2 Atletico Madrid
06/07/20 Villarreal 1 – 4 Barcelona
09/07/20 Barcelona 1 – 0 Espanyol
12/07/20 Real Valladolid 0 – 1 Barcelona
17/07/20 Barcelona 1 – 2 Osasuna

Dari data di atas kita bisa melihat kalau Madrid berhasil meraup 30 angka lewat 10 kemenangan dari 10 pertandingan. Sebaliknya Barcelona hanya mampu meraih 21 angka saja lewat 6 kemenangan, 3 seri dan 1 kalah dari 10 pertandingan. Artinya ada selisih 9 angka dari 10 pertandingan terakhir kedua kesebelasan. Musim lalu memang termasuk horor bagi Real Madrid. Mereka hanya mampu duduk di peringkat tiga dibawah rekan sekota, Atletico Madrid.

Namun sisi pertahanan terlihat begitu digdaya dibanding tahun lalu

Madrid sendiri hanya mampu mendulang 68 angka saja lewat 21 kemenangan, 5 seri dan 12 kalah. Pada musim itu Benzema dan kawan-kawan hanya berhasil melesakkan 63 biji gol ke gawang lawan, tetapi kemasukan 46 biji gol. Nah pada musim ini (lewat 37 pertandingan) Benzema kawan-kawan berhasil melesakkan 68 biji gol ke gawang lawan, tetapi “hanya” kemasukan 23 biji gol saja. Setidaknya ada peningkatan gol sebanyak 5 buah. Artinya sisi penyerangan Madrid relatif stabil, walaupun tidak termasuk istimewa untuk ukuran tim sebesar Madrid!

Ada “penghematan” sebanyak 23 buah gol. Ini menjadi salah satu koentji kesuksesan Madrid, ketika Thibaut Courtois akhirnya kembali menemukan irama permainannya. Marcelo dan Sergio Ramos adalah tokoh antagonis di balik bobolnya pertahanan Madrid beberapa waktu sebelumnya. Marcelo terlalu rajin naik menyerang tapi selalu lupa atau terlambat untuk pulang.

Sementara Ramos terlalu “gegabah,” sehingga sering diusir dari lapangan, dan Madrid justru dihukum dengan penalti. Namun musim ini semuanya berubah. Marcelo bukan lagi pilihan utama, mengingat usianya yang semakin menua. Ramos juga semakin wise seiring bertambahnya usia. Ramos semakin sedikit berbuat kesalahan. Akhirnya tugas Varane di sentral pertahanan bersama Ramos juga semakin mudah.

Disaat lini tengah dan depan Madrid biasa-biasa saja, maka lini pertahanan memang menjadi tulang punggung kesuksesan Madrid musim ini.

Filosofi Pulis-Ball Yang Dibenci Namun Dirindukan – Liga Inggris memang sudah hampir berakhir dengan meninggalkan berbagai cerita. Mulai dari Liverpool yang berhasil juara setelah 20 tahun lamanya, Arsenal dan Tottenhan yang terpuruk. Leicester yang merengsek ke 4 besar hingga Wolves dan Sheffield United yang membuat kejutan besar musim ini. Namun, bagi saya sendiri yang sudah menjadi penonton. Liga Inggris sejak 11 tahun yang lalu, sepertinya ada sesuatu yang hilang dengan Liga Inggris musim ini. Apakah itu.

Filosofi Pulis-Ball Yang Dibenci Namun Dirindukan

Filosofi Pulis-Ball Yang Dibenci Namun Dirindukan

Bagi yang sudah menjadi penonton Liga Inggris hingga puluhan tahun lamanya, pasti sudah tidak asing dengan nama dan sosok tersebut. Lalu siapakah Tony Pulis mengapa seketika dia dirindukan oleh para penikmat. Liga Inggris dan apa saja yang sudah diperbuatnya selama berkecimpung di Liga Inggris. Tony Pulis adalah sosok pelatih berkebangsaan. Wales yang pernah menjadi bagian dari kompetitor Liga Inggris.

Meski namanya tidak sementereng dengan prestasi dan piala, namun. Tony Pulis adalah sosok pelatih yang sering menjadi momok yang cukup menakutkan dan merepotkan tim-tim besar dan pelatih-pelatih Liga Inggris lainya. Bahkan nama-nama pelatih ternama yang pernah menjuarai dan mendominasi Liga Inggris seperti Sir Alex Ferguson. Arsene Wenger, Rafael Benitez,Carlo Ancelotti, Roberto Mancini hingga Jose Mourinho pernah dibuat repot oleh Tony Pulis itu sendiri.

Bahkan, Arsene Wenger pernah mengatakan bahwa Tony Pulis dengan strategi dan taktik. Pertandinganya adalah salah satu dari sekian banyak hal yang dibenci oleh Wenger sendiri. Lalu apa yang membuat Tony Pulis begitu spesial dan dirindukan. Jika berbicara tentang sosok Tony Pulis, pastinya publik akan teringat Pulis sebagai sosok yang identik dengan Stoke City meskipun. Pulis pada musim-musim selanjutnya menangani klub Liga Inggris lainya yaitu Crystal Palace dan West Bromwich Albion.

Stoke City memang sudah terdegradasi ke Divisi Championship pada tahun 2018

Akan tetapi publik sudah terlanjur terhipnotis dengan apa yang dilakukan oleh Tony Pulis dengan klub berjuluk. The Potters tersebut sebelum hengkang dari klub pada tahin 2013. Namun, publik dan penggemar sepakbola Inggris tentunya akan selalu teringat bagaimana “mengerikanya. Stoke City dibawah asukan Tony Pulis terutama ketika bermain di markas sendirinya. Brittania Stadium yang konon katanya memiliki magis tersendiri layaknya. Old Trafford milik Man United ketika Stoke Ciry masih berada dibawah kepelatihan Tony Pulis.

Entah siapapun yang bertanding disana, baik itu tim besar , tim menengah ataupun kecil akan. Merasakan repot dan sulitnya untuk sekedar mendapatkan poin disana. Jika tidak percaya, buka saja di Youtube tentang higlight pertandingan yang dimainkan. Stoke City melawan klub-klub Liga Inggris pada periode 2008-2013. Lalu apa yang membuat Stoke City cukup kuat dan menjadi kuda hitam saat itu. Ternyata filosofi “Pulis-Ball” itu sendiri lah yang menjadi kunci kekuatan dari Stoke itu sendiri.

Apa itu Pulis-Ball Tentu saja publik jangan berharap bahwa Pulis-Ball adalah filosofi gaya permainan sepakbola yang indah layaknya Tiki-Taka. Jogo Bonitto ataupun Kick n Rush, filosofi “Pulis-Ball” cenderung merupakan gaya. Negative Football dengan menerapkan taktik sepakbola bertahan total dan menumpuk sepuluh atau sebelas pemainya di. Area wilayah sendiri ketika lawan menyerang dan cenderung mencetak gol “hany. Melalui serangan balik ataupun melalui sepak pojok atau tendangan bebas.

Sebenarnya strategi ini mirip dengan apa yang dilakukan oleh Jose Mourinho, hanya saja Mourinho bisa mendapatkan piala sesangkan Tony Pulis tidak. Lalu apa yang membuat filosofi Sepakbola Negatif ala Tony Pulis menjadi suatu keunikan tersendiri yang mampu membawa Stoke City bertahan di kerasnya Liga Inggris selama beberapa tahun lamanya Jika Mourinho memilih untuk membangun skuad utamanya dengan pemain bintang dan harga mahal.

Kebersamaan Stoke City bersama Pulis harus berakhir pada tahun 2013

Maka, Tony Pulis lebih memilih untuk membangun skuad yang sangat “murah dan sederhana” dan menariknya, skuad Stoke City dijaman Tony Pulis lebih memilih untuk membentuk skuad yang “murah dan sederhana” dan menariknya Skuad Stoke saat itu didominasi hampir oleh semua pemain asli kelahiran tanah Brittania itu sendiri seperti Inggris, Skotlandia, Wales hingga Irlandia. Dengan formasi 4-4-2, Tony Pulis memainkan taktik Long Ball yang cukup membosankan namun efektif untuk tim sekelas Stoke Ciry yang selalu bermain bertahan.

Bukan hanya itu, Tony Pulis juga memilih pemain dari posisi kiper, bek, gelandang hingga Striker dengan tinggi rata-rata 185-193 cm, tentu saja ini bermanfaat agar Stoke City bisa memenangi duel udara pada permainan umpan lambung dan long ball ataupun dapat mencetak gol pada situasi bola mati seperti sepak pojok ataupun tendangan bebas. Tak heran, jika mayoritas gol yang dicetak oleh tim asuhan Pulis itu sendiri mulai dari Stoke City hingga WBA terlahir dari situasi sepak pojok ataupun serangan dari belakang dengan umpan lambung langsung ke depan pertahanan lawan.

Tentu saja kita masih mengingat ketika Stoke City merekrut Peter Crouch, pemain terjangkung 202 Cm pada tahun 2011 yang menjadi kunci keberhasilan taktik Tony Pulis bersama Stoke City. Hasilnya Stoke City dibawah asuhan Mark Hughes menjelma menjadi tim “liberal” dengan banyak membeli dan membentuk skuad non Brittish dengan pemain-pemain di berbagai Eropa.

Hanya saja itu tetap tidak menolong Stoke City dari degradasi pada tahun 2018 kendati mereka sudah membeli banyak pemain bintang nan berkualitas seperti Xherdan Shaqiri, Bojan Krkic, Afellay hingga Nzonzi. Tentu saja kita berharap supaya Tony Pulis bisa kembali ke Liga Inggris di musim mendatang kendati sepakbola negatif yang diterapkanya tidak sesuai dengan permainan Liga Inggris yang dianggap cukup ofensif dan jual beli serangan.

Crystal Palace vs Manchester United Benarkah Solskjaer Mulai Galau – Wajib menang bagi United ini bukan tanpa alasan, karena pesaing mereka Chelsea baru saja berhasil mengalahkan Norwich City untuk meraih 3 poin penuh. Saat ini The Blues sudah mengumpulkan 63 poin kokoh diposisi ke-3 hingga laga mereka ke-36. Apalagi sebelum laga ini juga berlangsung pertemuan Leicester City melawan tamu mereka Sheffield United.

Crystal Palace vs Manchester United Benarkah Solskjaer Mulai Galau

Crystal Palace vs Manchester United Benarkah Solskjaer Mulai Galau. Jika The Fox memenangkan laga tersebut maka United harus juga menang atas Crystal Palace. Lawan terakhir United dalam persaingan perebutan 4 besar ini adalah Leicester. Ole Gunnar Solskjaer menargetkan kemenangan ketiga berturut-turut dalam laga tandang mereka. Setelah menang 3-0 dalam dua pertandingan tandang terakhir melawan Brighton dan Aston Villa. Target menang atas Crystal Palace ini sangat wajar untuk meraih menuju 62 poin.

Dengan asumsi Leicester juga menang dalam laga ke-36 mereka maka posisi Chelsea tetap diperingkat 3 dengan 63 poin disusul Leicester dan Manchester United masing-masing dengan 62 poin. Selanjutnya menghadapi mathcweek 37, Leicester akan bertanding duluan pada Minggu (19/7/20) pukul 22.00 WIB melawan Tottenham Hotspur di London. Chelsea dan United tidak bermain di jadwal Premier League, tetapi mereka saling berhadapan di semi final Piala FA pada hari yang sama.

Leicester menghadapi laga yang tidak mudah melawan pasukan Jose Mourinho yang sedang bangkit mengejar Liga Eropa. Dipastikan laga ini sangat ketat dengan keunggulan teknis ada dipihak tuan rumah Tottenham. Jika Leicester kalah dalam laga ini maka lupakan tempat 4 besar yang mereka inginkan. Chelsea dan United baru kembali bertanding diajang Premier League pada Kamis (23/7/20) dini hari WIB. United akan menjamu West Ham di Old Trafford dan Chelsea akan bertamu ke Anfield berhadapan dengan Liverpool.

Menarik ditunggu hasil laga Liverpool melawan Chelsea karena pada matchweek ke-36 Liverpool tumbang oleh Arsenal

Tentu saja mereka tidak ingin kekalahan tersebut terulang di Anfield ini. Bagi United sendiri kemenangan atas West Ham bukan hal yang mustahil sekaligus menjadi keuntungan mereka dalam menghadapi laga pamungkas melawan Leicester. Jika Leicester tumbang di London dan Chelsea takluk di Anfield maka posisi mereka di klasemen menjadi United 65 poin, Chelsea 63 poin dan Leicester 62 poin.

Menghadapi Crystal Palace tidak ada lagi kata lain selain memenangkan laga ini. Manchester United memang harus berjuang untuk meraih 3 poin penting ini. Hal ini karena The Eagles bertekad untuk mengalahkan United dua kali dalam satu musim kompetisi. Pada putaran pertama mereka menang 2-1 atas Manchester United di Old Trafford pada bulan Agustus 2019 lalu.

Crystal Palace sendiri telah kehilangan lima pertandingan terakhir mereka sehingga melawan United ini ingin dijadikan momen kebangkitan mereka untuk meraih kemenangan pertama. Sementara United baru saja ditahan 2-2 oleh Southampton di Old Trafford. Padahal saat itu hingga menit akhir mereka masih unggul 2-1 ketika di detik akhir gol Southampton lahir untuk menyamakan kedudukan.

Melihat jadwal yang harus dihadapi pasukan Solskjaer tersebut, rasanya tidak ada alasan baginya untuk merasa galau. Solskjaer hanya merasa dirugikan dengan waktu istirahat yang lebih lama diberikan kepada Chelsea sebelum menghadapi United di semi final Piala FA.

Chelsea menyelesaikan laga ke-36 pada hari Rabu 15 Juli 2020 sedangkan United baru bertanding pada Jumat 17 Juli 2020. Sedangkan semi final Piala FA berlangsung Minggu 19 Juli 2020. Chelsea mendapat waktu 4 hari untuk istirahat dan United hanya sehari. Kita tunggu saja semakin seru persaingan 4 besar Premier League hingga laga terakhir mereka.

Andrea Dovizioso Punya Julukan Baru Apa Pengaruhnya – Kompetisi MotoGP 2020 akan segera dimulai. Tepat akhir pekan nanti (19/7), seri pertama untuk kelas tertinggi dihelat di Jerez, Spanyol. Para pembalap pun mulai bersiap, termasuk Andrea Dovizioso. Pembalap utama tim pabrikan Ducati itu sepertinya akan berupaya langsung nyetel dengan ritme kompetisi meski sedang recovery dari cedera bahu. Bahkan sudah terlihat bagaimana upayanya untuk segera fit dengan berlatih sepeda statis.

Andrea Dovizioso Punya Julukan Baru Apa Pengaruhnya

Penggambaran ini tentu membuat kita respek dengan perjuangan para pembalap yang mana ketika pasca cedera harus segera comeback. Memang, itu sebuah konsekuensi, namun kita sebagai penontonnya juga patut mengakui bahwa itu adalah perjuangan yang luar biasa. Toh, sehebat-hebatnya pembalap motor profesional, mereka juga masih manusia, bukan. Sama halnya dengan kita, para pembalap biasanya juga tak hanya recovery terhadap fisiknya, namun juga mental. Ketika pasca kecelakaan saat berkendara, pasti kita akan butuh waktu untuk segera siap untuk berkendara lagi.

Begitu pun dengan para pembalap. Ada pembalap-pembalap yang meski sudah berhasil kembali ke lintasan, namun tidak dengan performa yang sama seperti sebelumnya. Artinya, fisik mereka sudah terbentuk lagi, tetapi mentalnya belum sepenuhnya kembali sedia kala.Ditambah jika pembalap-pembalap itu harus mengalami kecelakaan lagi, maka tak hanya fisiknya yang sakit kembali, namun juga mentalnya yang akan semakin rusak. Di antara mereka kemudian ada yang tetap membalap meski harus secara bertahap untuk kembali tangguh.

Menilik rekam jejak para pembalap itu–dan tentunya masih banyak lagi

Ada pula yang harus memutus kontrak, pindah kompetisi, hingga pensiun. Contohnya seperti Jorge Lorenzo dan Ben Spies. Nama terakhir bahkan mendapatkan empati yang besar karena memutuskan tak balapan di usia yang masih muda. Cedera parah membuatnya pensiun dini dan menjadikan Pramac Ducati sebagai tim terakhirnya di MotoGP. Hal ini juga terjadi pada Jonas Folger. Pembalap asal Jerman itu harus mengalami cedera dan mengalami penurunan performa secara signifikan. Akhirnya, Yamaha Tech3–timnya saat itu–tidak melanjutkan kerja samanya.

Dia pun sempat menjadi pembalap penguji Yamaha, dan tergolong prematur. Karena, rata-rata pembalap penguji adalah pembalap senior yang sudah mengenal lama karakteristik motor yang menaunginya. Faktor ini yang diduga membuat kerja sama antara Folger dengan Yamaha segera berakhir. Secara logika, Yamaha jelas lebih mengutamakan input dari seorang Valentino Rossi yang sudah berpengalaman lama mengendarai Yamaha, dibandingkan Folger.

Kita akan menerka-nerka bagaimana kiprah Dovizioso di MotoGP 2020 pasca cedera. Memang, cederanya tidak di bagian kaki (seperti Rossi), tangan (Pasini), dan punggung (seperti Lorenzo), tetapi cedera bahu juga merupakan hal yang sangat vital bagi pembalap. Pembalap MotoGP sangat membutuhkan kekuatan bagian tubuh atasnya untuk membuat motor dapat dikendalikan dengan lincah. Artinya, ketika bahu yang cedera, maka keseimbangan motor akan sangat terganggu.

Jika melihat letak cederanya, maka Dovi diprediksi akan cukup kesulitan untuk mengontrol motornya saat menikung ke sisi kiri. Padahal, biasanya pembalap akan cenderung lebih luwes untuk menikung ke sisi kiri karena faktor kekuatan tangan yang lebih dominan. Namun, kekhawatiran yang hadir bagi penonton MotoGP sepertinya hendak disingkirkan oleh Dovizioso. Hal ini tersiratkan dari adanya julukan baru yang ia perkenalkan di akun Instagram-nya.

Hal ini bisa dipertegas jika Dovi mampu bertahan di Ducati

Jika sebelumnya kita mengenal julukan mantan pembalap Repsol Honda dan Yamaha Tech3 adalah Desmodovi. Merujuk pada keberhasilannya menaklukkan Ducati dan selalu finis kedua di tiap klasemen akhir sejak 2017. Kini, kita akan mengenalnya sebagai Undaunted. Istilah Undaunted jika diartikan dengan Google Translate adalah berani. Ini yang membuat Dovi pun akan berupaya menegaskan dirinya untuk berani kembali berpacu di MotoGP 2020, meski dengan kondisi yang belum 100% fit.

Selain itu, dengan julukan baru, ada anggapan bahwa Dovi akan menjadi parameter baru sebagai pembalap Italia yang terbaik untuk saat ini. Bertahannya Dovizioso di Ducati akan membuat Italia masih memiliki pembalap yang dapat menduduki jok motor tim pabrikan. Berpindahnya Danillo Petrucci ke tim satelit KTM dan Valentino Rossi ke tim satelit Yamaha telah mengurangi jumlah pembalap Italia di tim pabrikan MotoGP.

Tentu ini menjadi ironi, mengingat Italia sudah dibesarkan oleh banyak pembalapnya yang salah satunya adalah Valentino Rossi. Di kelas Moto2 pun para pembalap Italia juga masih bisa berprestasi seperti Franco Morbidelli dan Francesco Bagnaia. Kedua pembalap itu akhirnya naik ke MotoGP.

Memang, Italia sudah memiliki banyak pembalap muda, namun keberadaan mereka sepertinya belum bisa meyakinkan tim pabrikan untuk merekrutnya. Padahal saat ini Italia memiliki dua wakil pabrikan di MotoGP, yaitu Ducati dan Aprilia. Namun, menurut kabar beredar, Ducati terlihat cukup berani mengharapkan Jorge Lorenzo untuk kembali jika Dovizioso tidak jadi melanjutkan kerja sama dengan Ducati musim 2021 nanti. Itu artinya tim balap seperti Ducati masih sangat percaya dengan kualitas pembalap asal Spanyol sekalipun si pembalap sudah pensiun.

Jika kembali membaca istilah undaunted, maka Dovi diprediksi tak akan gentar untuk menghadapi segala spekulasi terkait kariernya, baik di MotoGP dan Ducati. Dovi sepertinya juga tak ragu untuk menempatkan dirinya sebagai sorotan utama sebagai representasi pembalap Italia. Berani! Itulah pengaruh yang ingin diberikan Dovizioso bersama julukan barunya.

Dari City sampai Bali United Bagaimana Duit Anak Sultan Rokok dan Alkohol Mendanai Olahraga – Artikel ini adalah artikel terakhir yang membahas mengenai kemenangan City atas UEFA Financial Fair Play, kalau anda belum baca artikel sebelumnya silakan dibaca terlebih dahulu. Kalau ada tiga jenis uang yang sangat menggiurkan bagi sebuah tim olah raga mungkin dapat dirinci sebagai; duit perushaan rokok, duit perusahaan alkohol, dan duit anak sultan.

Dari City sampai Bali United Bagaimana Duit Anak Sultan Rokok dan Alkohol Mendanai Olahraga

Dari City sampai Bali United Bagaimana Duit Anak Sultan Rokok dan Alkohol Mendanai Olahraga

Untuk yang dua pertama sepertinya sudah lama berupaya ditendang dari dunia. Olahraga melalui beragam konfensi dan regulasi kesehatan, namun siapa yang tidak ingat betapa digdayanya.  Marlboro Racing Team dan jersey Carlsberg Liverpool. Sementara untuk golongan yang ketiga upaya pembatasannya baru dilakukan oleh. FIFA melalui regulasi Financial Fair Play, buat belum pernah dengar silakan baca artikel sebelumnya yang membahas mengenai latar belakang sejarah dan apa itu FFP.

Dengan dibatasinya ketiga sumber dana seharusnya sekarang sudah tidak ada lagi kan. Perusahaan tembakau dan bir yang mengisi rekening tim olah raga, dan investor tajir yang memompa sebanyak-banyaknya uang ke tim sepak bola eropa Atau. Faktanya bergam tim olah raga dapat mengelabui dengan mudah regulasi finansial tersebut. Pada bagian ini saya akan membahas beberapa skema yang menunjukan bagaimana. Uang dari sumber yang tidak sah dapat masuk ke berbagai tim.

Protokol FFP sebenarnya juga dirancang untuk memonitor modus yang dilakukan oleh City dengan mengamanatkan UEFA untuk melakukan investigasi apakah dana yang disuntikan sebuah perusahaan yang dimiliki bos tim sepak bola masuk akal. Namun, protokol FFP sepertinya belum berjalan dengan sempurna, skema City sendiri terkuak pasca seorang hacker membocorkan e-mail internal dari kantong pribadinya, yang kemudian diliput media Jerman.

Mancester City yang berisi informasi mengenai bagaimana Sheikh Mansour mendanai City

Berdasarkan bocoran tersebut, City diduga melakukan “mark-up” laporan sponsor dari salah satu maskapai pesawat terbang yang diterimanya. Maskapai tersebut sebenarnya hanya membayar 8 juta Euro pertahun dari kontrak 10 tahun sebesar 65.5 juta Euro per tahun yang disepakati pada 2011.

Bagaimana dengan sisanya? Yup dari Kantong Pribadi Sheikh Mansour. Tebak perusahaan apa yang dimaksud? Yup, Etihad yang merupakan perusahaan plat merah dari negara yang salah satu anggota kerajaannya adalah Sheikh Mansour.

Tanpa ada sokongan dana dari kantong pribadi Mansour, pada musim 2012-2013 saja. City seharunya merugi sebanyak 180 juta Euro yang jauh dari ambang batas Financial Fair Play. Disamping itu, terdapat dua perusahaan berbasis Abu Dhabi yang dimiliki oleh. Sheikh Mansour turut menyeponsori The Citizens yang total kontraknya mencapai 31.3 juta Euro per tahun.

Bahkan otoritas turisme Abu Dhabi juga turut menyumbang 31.3 juta Eruro. Meskipun demikian City membantah dengan menyatakan bahwa sepatutnya UEFA membuktikan bahwa ada campur tangan Mansour dalam keputusan tersbut. Terlepas dari Bantahan tersebut UEFA tetap menjatuhkan sanksi larangan berpartisipasi di. Liga champions selama dua tahun dan denda 30 juta Euro.

Selain Mansour, trik-trik mengelabui regulasi sponsor yang kreatif muncul dari perusahaan temabakau yang memang pertama dilarang oleh beragam regulasi . Kucing-kucingan paling klasik adalah Marlboro dan F1. Ketika F1 mulai melakukan pelarangan logo produk tembakau, Phillip Morris (pemilik Marlboro) menempelkan barcode. Hal yang dalam kecepatan tinggi akan terlihat seperti logo segi tiga merah khas Marlboro Merah.

Supersoccer yang bukan perusahaan rokok, tapi media

Ketika F1 melakukan pelarangan tim balap untuk menerima sepeserpun dari perusahaan rokok. Phillip Morris Internasional mengelabuinya dengan membuat shell company bernama Misson Minnow. Kalau anda buka websitenya isinya adalah penjelasan mengenai tim Schideria Ferrari dan Ducati dan tulisan. Mission Winnow has a simple goal: drive change by constantly searching for better ways of doing things.”

Dengan masih derasnya duit rokok, tentunya warna merah-putih khas. Marlboro tidak akan beranjak dari Ducati di Moto GP dan Scuderia Ferrari di F1. Contoh lain yang cukup unik adalah sponsor rokok 555 dari British American Tobbaco. Yang warna biru-kuningnya kepalang melekat dengan Subaru di ajang rally.

Meskipun kurang jelas apakah BAT masih menyeponsori Subaru atau tidak, berita terakhir yang saya temui kontrak masih diperpanjang sampai tahun 2003. Tapi Subaru sepertinya sudah menerima realita yang sulit diubah bahwa line up balapnya kepalang sinonim dengan warna ikonik bungkus rokok tersebut. Bahkan Subaru juga menggunakan warna biru khas 555 untuk produksi masal Subaru Impreza.

Di stadion Brawijaya Kediri (home base Gudang Garam) logo yang sempat terpajang beberapa tahun Intersport memang sudah dihapus tahun ini, tapi ya kalau warna temboknya diperhatikan pasti bikin “asem” penikmat Garpit yang belum merokok dua hari. Contoh lain, Supersoccer yang bukan perusahaan rokok, tapi media yang banyak meliput sepak bola mulai dari liga top eropa sampai Garuda Select. Pihak yang disponsori.

Bukan main logonya muncul di timnas, serta bekerja sama dengan PSSI dalam pembinaan sepak bola usia muda dengan mengirim Garuda Select ke Inggris dan menayangkannya. Kembali lagi saya tegaskan, bukan sponsor rokok tapi kalau liat logonya dan istilah “super” ya pasti sobat-sobat penggemar kretek asal Kudus makin semangat ngebul.

Hukuman City Dicabut dan Menerka Nasib MU ke 4 Besar – Pengadilan Arbitrase Olahraga menerima banding Manchester City (City). Imbasnya, City bisa bermain di Liga Champions musim depan. Berhasilnya City untuk bisa berlaga di Liga Champions musim depan membuat nasib sang tetangga, yakni Manchester United (MU) harus berjuang lagi. Seperti dikutip espn, City sebelumnya dilarang tampil di Liga Champions selama dua musim karena masalah financial fair play.

Hukuman City Dicabut dan Menerka Nasib MU ke 4 Besar

Hukuman City Dicabut dan Menerka Nasib MU ke 4 Besar

Namun, atas hukuman itu, City melakukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga. Hasilnya, pada Senin, banding City dikabulkan. Artinya, City bisa bermain di Liga Champions. Saat ini City memiliki 72 poin dari 35 laga di ajang Liga Inggris. City berada di posisi dua klasemen sementara Liga Inggris. Nilai 72 itu sudah memastikan City masuk empat besar klasemen Liga Inggris musim ini.

Nilai yang dimiliki City saat ini tak bisa disamai oleh MU yang ada di posisi lima klasemen sementara Liga Inggris. MU saat ini memiliki 58 poin dari 34 laga. Jika dalam empat laga sisa MU selalu menang, mereka memiliki 70 poin. Diketahui, empat tim teratas di klasemen akhir Liga Inggris musim ini, berhak lolos ke Liga Champions musim depan. Dari empat posisi tiket itu, dua tiket sudah dikunci oleh Liverpool dan City. Maka masih ada dua tiket sisa yang diperebutkan beberapa tim.

Salah satu yang memperebutkan tiket di Liga Champions adalah MU. Sebenarnya, jika City tetap disanksi tak bisa main di Liga Champions musim depan, maka MU memiliki peluang besar ke Liga Champions. Sebab, MU bisa masuk empat besar tim yang memiliki nilai terbanyak di klasemen akhir. Namun, karena City kini bisa lolos ke Liga Champions, MU harus berjuang sampai akhir. Lalu bagaimana hitung-hitungan peluang tim yang memperebutkan dua tiket sisa Liga Champions.

Chelsea masih memiliki tiga laga sisa

Saya mencoba menyederhanakan saja, bukan berarti mengeliminir calon lainnya. Saya sederhanakan ada tiga tim yang berebut dua tiket sisa ke Liga Champions yakni Chelsea, Leicester City, dan MU. Chelsea kini ada di posisi tiga klasemen sementara Liga Inggris. Chelsea memiliki 70 poin dari 35 laga. Artinya Dari tiga laga sisa, dua laga sepertinya menjadi laga mudah. Sebab, Chelsea akan menjamu Norwich dan Wolverhampton.

Sementara, satu laga lain adalah melawan Liverpool di kandang lawan. Laga melawan Liverpool ini bisa gampang-gampang susah. Gampang karena Liverpool sudah juara. Motivasi mereka kemungkinan tak seperti sebelum dipastikan juara. Susah karena Liverpool sepertinya memburu lebih dari 100 poin musim ini. Agar buruan itu tercapai, maka Liverpool harus mengalahkan Chelsea. Saya sendiri memprediksi, Chelsea akan mendapatkan 7 poin di tiga laga sisa. Sehingga, di akhir kompetisi mereka akan memiliki 77 poin.

Senang Melihatmu Kembali Nicolo Zaniolo – Seorang teman membuat story WA dengan caption ‘He’s Back’ (dia kembali) disertai salah satu foto. Pemain di klub terfavoritnya AS Roma, Nicolo Zaniolo. Wow, saya kaget dong pemain ini ternyata sudah kembali setelah didera cedera. Soalnya tak terlalu mengikuti perkembangan klub Liga Italia lainnya selain Inter Milan tentunya. Lantas apakah saya membalas story WA itu? tentu tidak gaes, saya tidak mau merusak kegembiraan teman saya itu.

Senang Melihatmu Kembali Nicolo Zaniolo

Senang Melihatmu Kembali Nicolo Zaniolo

Cuma cukup bergumam saja dalam hati ‘Senang Melihatmu Kembali, Nicola Zaniolo’. Oke, lupakan tentang story WA teman saya yang seorang Romanisti itu, kita bahas soal. Nicolo Zaniolo yang telah kembali tampil lagi bersama klubnya AS Roma yang telah membuat saya terkesima. Setelah tahu bahwa sebelum hijrah ke klub Serigala Ibukota itu, Zaniolo ternyata adalah pemain muda yang terbuang dari Inter Milan.

Nicola Zaniolo Telah Kembali

Jeda tiga bulan Serie A akibat pandemi Corona adalah kabar buruk bagi sepak bola maupun bagi para fans. Namun, bagi sebagian pemain, kondisi tersebut dimanfaatkan untuk menyembuhkan cedera.

Itulah yang dilakukan oleh Zaniolo, kurang lebih dia harus absen dari lapangan hijau selama 6 bulan atau tepatnya sejak ia tampil terakhir kalinya bersama. Roma yang membuatnya harus cedera ligamen saat menghadapi Juventus pada 12 Januari lalu.

Pada laga yang digelar di Stadion Olimpico, Roma itu di pekan ke-19, Zaniolo tampil sebagai starter. Namun dia tak mampu menuntaskan pertandingan yang berakhir untuk kemenangan Juventus dengan skor 1-2.

mengalami cedera setelah terlibat kontak dengan salah satu pemain Juventus dan terjatuh

Sebelumnya, Zaniolo tengah melakukan solo run dari area permainan sendiri, kemudian dia dijegal. Hasil pemeriksaan medis kemudian mengabarkan bahwa Zaniolo mengalami cedera ACL dan kerusakan meniskus di lutut kanannya. Dia kemudian menjalani operasi pada Senin (13/1/2020) waktu setempat dan divonis bakal absen hingga enam bulan.

Setelah mengakhiri penantian untuk kembali ke lapangan, akhirnya Zaniolo yang ternyata telah di turunkan pada lanjutan Liga Italia sejak pekan ke 30 lalu atau kala Roma menghadapi Napoli pada Minggu (4/7) waktu setempat.

Pada penampilan debutnya itu ia tak bisa berbuat banyak, Roma kalah 2-1 dari Napoli. Kemudian ia pun kembali ditampilkan pada laga tengah pekan lalu saat menang lawan Parma 2-1. Baru pada saat menghadapi Brescia, Minggu (12/7) dini hari WIB pada lanjutan Serie-A pekan ke-32 ia menyumbangkan satu gol dan membawa Roma menang 3-0.

Selepas laga kontra Brescia, Zaniolo menyatakan bahwa kebugarannya sudah kembali pulih, meski pada laga tersebut ia baru dimainkan di menit ke-70 dan empat menit kemudian ia mencetak gol ketiga bagi kemenangan Roma.

Zaniolo bahkan sesumbar dalam kondisi yang lebih bugar walaupun belum 100 % tapi ia berharap beberapa hari ke depan kondisinya telah kembali sepenuhnya agar bisa dimainkan oleh pelatih Paulo Fonseca sejak menit pertama.

Apalagi kalau melihat klasemen sementara Roma tercecer di posisi ke-5 dengan poin 54 dan berjarak sebelas poin dari Inter (4) yang berada di batas zona Liga Champions dengan koleksi poin 65 dari 31 laga.

Roma mungkin saja berharap untuk bisa meraih tiket Liga Champions walaupun peluangnya berat

Dengan menyisakan 6 pertandingan lagi  meski begitu mereka juga pastinya berharap agar tim-tim yang diatasnya bisa terpleset. Sekembalinya Zaniolo, tentunya lawan-lawannya nanti disisa laga yang akan dilakoni akan lebih waspada. Sebagai seorang striker, Zaniolo tentunya semakin termotivasi untuk mencetak gol karena hal inilah yang harus dilakukannya untuk bisa membantu tim memenangkan pertandingan.

Untuk bisa kembali bertanding, Zaniolo mengaku bekerja keras selama rehabilitasi, khususnya selama lockdown. Ia mengaku, setelah enam bulan tak bertanding, rasanya luar biasa kembali ke lapangan.

“Saya sangat bahagia karena setelah enam bulan penuh pengorbanan dan menjalani pemulihan, gol tersebut menjadi titik balik, sebuah awal baru bagi saya,” kata Zaniolo, dikutip dari laman resmi klub AS Roma, Minggu (12/7).

Selain itu ia mengatakan bisa berlatih selama mungkin, dan merasa berbeda bisa ada di lapangan kembali. Meski kondisinya saat ini 60-65%, Zaniolo menyatakan selalu siap untuk ditampilkan kembali pada laga berikutnya.

“Seperti yang katakan sebelumnya, setiap hari saya fokus kembali ke 100%. Saya tahu bahwa saya masih belum mendekat ke sana, tapi itu normal. Setiap hari saya turun ke lapangan satu jam sebelum latihan dimulai untuk memanaskan lutut saya agar siap dan saya akan terus melakukannya hari demi hari, tanpa menatap terlalu jauh ke depan. Sejauh Liga Europa berjalan, jika saya kembali ke 100% maka akan bisa menjadi bantuan nyata,” jelas Zaniolo.

Gegara Nick Pope Liverpool Tertahan di Anfield – Mungkin penjaga gawang Burney asal Inggris, Nick Pope ini boleh disebut sebagai penyebab kegagalan Liverpool memenangkan laga. Unggul 1-0 dibabak pertama, The Reds gagal menang dan harus bermain imbang 1-1 dengan Burnley. Performa Nick Pope memang luar biasa. Terutama dengan keberhasilannya menggagalkan tembakan para penyerang Liverpool.

Gegara Nick Pope Liverpool Tertahan di Anfield

Gegara Nick Pope Liverpool Tertahan di Anfield

Bahkan Liverpool sebagai tuan rumah hampir saja dipermalukan tim tamu. Ketika dalam satu kemelut di area penalti hanya 3 menit sebelum laga berakhir, Burnley mendapat peluang emas. Alisson membuang bola dan malah jatuh di kaki Johann Gudmundsson yang langsung menembak, namun disayangkan tembakannya membentur mistar.

Sebagai tuan rumah, Liverpool langsung mendominasi permainan. Namun, mereka kesulitan membongkar pertahanan rapat Burnley. Beberapa kali peluang gol Liverpool dimentahkan oleh Nick Pope. Peluang pertama terjadi pada menit ke-18 ketika Roberto Firmino melepaskan tembakan keras namun masih bisa diamankan kiper Burnley, Nick Pope. Giliran Mohamed Salah pada menit ke-33, berpeluang membawa The Reds unggul setelah melakukan tembakan dari jarak dekat.

Setelah mengecoh satu pemain belakang Burnley, Mohamed Salah menembak keras ke arah gawang, namun tembakannya dari jarak dekat dapat dihalau oleh Pope. Hanya semenit kemudian Liverpool baru berhasil membobol gawang Pope sehingga Liverpool unggul 1-0 atas Burney. Gol ini tercipta pada menit ke-34 hasil sundulan Andrew Robertson yang menerima umpan lambung Fabinho.

Gol Ini Juga Memutus Clean Sheet Dari Nick Pope Yang Tidak Kebobolan

Namun kemenangan ini tidak mampu dipertahankan karena Burney berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Jay Rodriguez mencetak gol untuk skor imbang 1-1 pada menit ke-70. Tendangan first time Rodriguez menusuk ke pojok kiri gawang usai menerima umpan sundulan James Tarkowski tidak mampu digagalkan Alisson Becker.

Pada babak kedua beberapa peluang Mohamed Salah, Firmino dan Sadio Mane berhasil dimentahkan Sang Hero Burney, Nick Pope. Mereka seolah menjadi mandul dihadapan Pope. Peluang emas diakhir laga hampir saja menjadi gol ketika Salah menerima assis matang dari Alexander Arnold, namun tendangannya lagi lagi dapat ditangkap dengan baik oleh Pope.

Akhirnya The Reds harus puas bermain imbang 1-1 saat menjamu Burnley pada pekan ke-35 Liga Inggris di Stadion Anfield, Sabtu (11/7). Pada laga tersebut, Neco Williams dan Curtis Jones diturunkan sebagai starter. Neco berposisi di bek kanan dan Jones sebagai gelandang bersama Fabinho dan Wijnaldum. Dua pemain muda ini bermain cukup mengesankan. Jones hampir saja kembali mencetak gol jika kiper Burnley, Pope tidak cekatan menahan tendangan kerasnya.

Mereka Dipertengahan Babak Kedua Diganti Oleh Alexander Arnold Dan Naby Keita

The Reds hanya mampu menambah satu poin menjadi 93 poin. Mereka masih menyisakan tiga sisa laga yaitu melawan Arsenal, Chelsea dan Newcastle United. Sementara itu Burnley berhasil naik ke posisi sembilan dengan 50 poin. Mereka bisa bersaing menggapai kualifikasi Liga Eropa pada posisi 6 besar. Dengan 93 poin Liverpool masih butuh 7 poin dari 9 poin sisa untuk menyamai pencapaian Manchester City dengan 100 poin dalam satu musim kompetisi.

Apakah Liverpool mampu meraih 100 poin? Di depan ada Arsenal menunggu di Emirate dan Chelsea berkunjung ke Anfield. Di laga terakhir Liverpool menutup kompetisi di kandang Newcastle United.

Gol Maradona dari Cina Gagalkan Kemenangan Barcelona – Espanyol menjadi tim pertama yang dipastikan terdegradasi dari divisi utama La Liga musim depan. Bola menjadi mental, lantas dengan cergas bola dimanfaatkan Luis Suarez menjadi gol. Laga berjalan dengan tensi panas. Hanya dalam tempo 5 menit wasit menghadiahi dua kartu merah. Baik kepada pemain Barcelona maupun Espanyol. setelah pada lanjutan Liga Spanyol pekan ke35 di Camp Nou, Kamis (9/7/2020) dinihari WIB menelan kekalahan 0-1 dari Barcelona. Gol tunggal Barcelona disumbangkan oleh Luis Suarez di menit ke 56.

Gol Maradona dari Cina Gagalkan Kemenangan Barcelona

Gol  Maradona dari Cina Gagalkan Kemenangan Barcelona

Ansu Fati menyepak paha Fernando Calero. Semula wasit hendak mengeluarkan kartu kuning. Tapi VAR menyatakan pelanggaran itu layak diganjar kartu merah. Tak sampai lima menit kemudian, wasit juga mengusir, kini giliran sayap Espanyol, Pol Lozano karena menyepak kaki Gerard Pique. Tiga laga tersisa, Espanyol sudah menutup kemungkinan untuk tetap bertahan di kasta tertinggi Liga Spanyol. Hingga saat ini mereka mengumpulkan 24 poin.

Tragis sekali apa yang dialami mereka. Selama ini mereka sudah 21 kalah, 9 seri, dan baru 5 kali menang. Coba lihat fakta-fakta berikut ini. Selama dua dekade belakangan ini mereka selalu bertahan di kasta tertinggi Liga Spanyol, kendati mereka bukanlah rival tim pesaing juara. Prestasi tim ini antara lain mereka pernah menjadi runner-up UEFA Cup (kini Liga Eropa) pada tahun 2017.

Espanyol juga lekat dengan nama-nama tersohor seperti Marco Asensio, Philippe Coutinho, Shunsuke Nakamura, hingga Mauricio Pochettino yang pernah menjadi bagian dari mereka. Dengan kemenangan di atas, Barcelona masih di posisi kedua dengan 76 poin dari 35 laga, hasil yang lumayan untuk mengejar Real Madrid di posisi puncak klasemen.

Kapten Espanyol Javi Lopez Mengucapkan Salam Perpisahan Usai Laga

Saya meminta maaf kepada seluruh fans, karena harus mengalami semua ini. Sejauh ini pemain asal Cina, Wu Lei, sudah menyumbangkan 8 gol untuk Espanyol. Muncul rumor usai kepastian Espanyol degradasi ke divisi 2. Wu Lei yang dijuluki “Maradona nya Cina” diincar dua klub Liga Inggris, yaitu Watford dan Wolverhampton Wanderers.

Namun sepertinya Watford lebih unggul ketimbang Wolverhampton Wanderers. Pelatih Watford Nigel Pearson tertarik dengan gaya permainan Wu Lei yang berposisi sebagai gelandang dan bermain ngotot. Wu Lei sendiri dulunya ditranfer Espanyol dari Shanghai SIPG yang bermain di Liga Super Cina dengan banderol 1,8 juta poundsterling.

Di Liga Cina, Wu Lei sendiri menjadi top skorer kedua sepanjang masa, dia membukukan 169 gol untuk Shanghai SIPG. Wu Lei menjadi sensasi tersendiri setiap kali bermain, pemegang hak siar di negeri Tirai Bambu itu meraup keuntungan yang banyak karena menyedot puluhan juta penonton. Wu Lei juga tercatat sebagai pemain termuda yang bermain di Liga Super Cina, dia bermain saat usianya baru 14 tahun.

Espanyol sendiri sekarang ini tengah mengalami kesulitan finansial di masa Covid-19. Dan salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan menjual pemainnya. Leg pertama Derby Catalunya Pada paruh musim pertama gol Wu Lei menggagalkan kemenangan Barcelona yang sudah di depan mata.

Nampaknya Barcelona Bakal Pulang Dengan Memetik Tiga Poin Penuh

Espanyol unggul 1-0 terlebih dahulu di menit ke 21 lewat sundulan David Lopez. Skor hingga jeda masih 1-0 untuk keunggulan tuan rumah. Di menit ke 50 sepakan Luis Suarez membuat Barcelona menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Arturo Vidal yang baru masuk di babak kedua, membuat Barcelona unggul 2-1 di menit ke 59

Namun pemain pengganti Wu Lei menggagalkan kemenangan Barcelona yang sudah di depan mata lewat golnya pada dua menit menjelang waktu normal berakhir (menit ke 88).Wu Lei yang menerima umpan terobosan yang dilepaskan Matias Vargas berlari hingga memasuki kotak penalti lawan. Pemain kelahiran Nanjing, 19 Nopember 1991 itu akhirnya menempatkan si kulit bundar ke pojok kanan gawang tanpa kiper Neto sempat mengantisipasi.

Sebelumnya, “Maradona Cina” juga mencatat momen bersejarah ketika jumpa Real Valladolid.

Sarri Pelatih Spesialis Ribuan Jurus yang Setengah setengah – Di dunia persilatan, ada sebuah ungkapan bijak yang relevan untuk kita renungkan. Yakni, takutlah kepada satu orang yang hanya punya satu jurus, namun dia begitu menguasai jurus itu. Ketimbang takut pada satu orang yang punya banyak jurus, tetapi dia hanya menguasainya “setengah-setengah”.

Sarri Pelatih Spesialis Ribuan Jurus yang Setengah setengah

Sarri Pelatih Spesialis Ribuan Jurus yang Setengah setengah

Di sepakbola, kita mengenal banyak juru racik strategi hebat, yang lewat tangan dinginnya, berhasil membawa timnya meraih banyak gelar. Kita mengenal Jose Mourinho dengan skema ‘negative football’-nya, kita juga tahu Juergen Klopp & Pep Guardiola dengan sepakbola menyerangnya.

Ketiga nama ini adalah pelatih nomor Wahid yang sama-sama memiliki satu kesamaan, yakni sama-sama miskin taktik. Mereka seolah hanya memiliki satu saja jurus, namun begitu menguasainya. Ya, harus diakui, baik Mou, Klopp dan Pep, ketiganya dikenal sebagai pelatih yang tidak memiliki plan A, plan B.

Jika skema negative football milik Mou tidak bekerja sesuai harapan, maka jangan harap Mou akan mengganti strategi dengan skema total football. Begitu pun dengan Klopp dan Pep, jika Gegen Pressing dan Tiki-Taka menemui jalan buntu, maka tinggal menunggu waktu saja bagi keduanya untuk memperoleh hasil imbang, atau bahkan pulang dengan tangan hampa.

Namun hal positif dari ketiga pelatih ini ialah, mereka berhasil menciptakan nyawa ke dalam tim, yang membuat para pemain tahu harus melakukan apa di lapangan. Harry Kane tahu bahwa di bawah instruksi Mou, ia akan lebih sering banyak menunggu bola, karena rekan-rekannya yang lain, akan berjibaku di lini pertahanan sembari menyiapkan serangan balik yang sporadis.

Pun Demikian Dengan Anak-Anak Asuhan Klopp Dan Pep

Mereka tahu untuk memenangkan pertandingan, maka yang perlu dimenangkan terlebih dulu ialah memenangkan penguasaan bola. Dengan semakin lama bola dikuasai, semakin besar pula peluang-peluang bisa diciptakan. Nyawa ini telah terbentuk menjadi karakter dalam diri setiap anak asuh Mou, Klopp dan Pep.

Lalu, bagaimana dengan Juventus? Mengapa skema SarriBall yang diusung sang pelatih, seolah tidak berjalan baik di sana? Inilah yang menjadi pembeda antara Sarri dengan Mou, Klopp dan Pep. Sarri adalah pelatih yang tak mahir mengkomunikasikan gagasan strateginya, bahkan terhadap anak-anak asuhnya sendiri, ia tak jelas hendak mengusung skema yang bagaimana, bermain di sayap kah? Menusuk dari tengah kah? Mengandalkan serangan balik.

Kekayaan taktikal Sarri akan menjadi mubazir jika ia tak mampu mengkomunikasikannya. Bahkan pemain sejenius Blaise Matuidi yang mengkilap di Piala Dunia bersama Timnas Perancis pun kelihatan ‘linglung’ menerjemahkan keinginan Sarri.

Jangankan membentuk karakter tim, membentuk karakter dirinya sendiri, Sarri tak mampu. Ia bahkan terlalu pengecut untuk berani menjelaskan situasi yang sebenarnya, mengapa Mario Mandzukic dijual, serta mengapa Emre Can disingkirkan. Jika terhadap hal-hal semacam ini saja, ia tak berani pasang badan dan bersuara, maka tinggal menunggu waktu saja, terjadi riak-riak yang lebih besar, dan Sarri memilih berlalu bersama cerutunya.

Juventus bukan tim ‘kaleng-kaleng’, saat ini lini pertahanan Juve diisi oleh salah satu pemain belakang termahal dunia. Lini tengahnya pun diisi pemain tengah bergaji tinggi. Apalagi di lini depan, tak ada yang semewah Juve di Eropa. Tetapi tim ini seringkali kesulitan menghadapi tim-tim semenjana. Melawan Helas Verona saja mereka kalah, yang paling hangat, kemarin malam. Juve dibantai 2-4 oleh AC Milan di Sansiro. Menyedihkan sekali.

Pertahanan Juve Diisi Oleh Salah Satu Pemain Belakang Termahal Dunia

Sangat lucu, Juve yang telah unggul 2 gol, bisa dibalas sedemikian mudah oleh para pemain Milan, yang bahkan sejak awal musim telah menjadi olok-olok di seluruh dunia. Maka bisa dibayangkan, jika melawan Milan saja Juve bisa dibantai, apalagi menghadapi laga di Liga Champions nantinya?

Juve memang terlihat harus berbenah. Namun lebih dari itu, Sarri harus terlebih dahulu membenahi dirinya sendiri. Ia harus bisa memperbaiki komunikasi dengan anak-anak asuhnya. Ia harus bisa menegaskan bahwa kita harus bermain ‘begini’, dan tak boleh bermain ‘begitu’. Terlalu konyol jika menyalahkan kekalahan Juve di laga semalam hanya kepada seorang Bonucci, sebab Sarri sendiri lah yang memilih pemain yang hobi ‘bengong’ di atas lapangan ini, merumput tadi malam.

Sarri pula yang menjadikan pemain yang sama, sebagai kapten tim, pasca cederanya Giorgio Chiellini sejak awal musim. Padahal ada banyak pemain lain yang lebih ‘waras’ performanya di lapangan. Ronaldo, misalnya. Menyandingkan Sarri dengan Mou, Klopp dan Pep, memang bukanlah gagasan yang mustahil. Sarri masih memiliki waktu untuk membuktikan bahwa dirinya memang layak menukangi tim sebesar Juventus.

Namun jika ia memilih tetap ‘begini-begini’ saja, menganggap tak ada yang salah dari dirinya sendiri. Maka tak usah heran, jika banyak tim yang tak lagi gentar ketika menghadapi Juventus. Sebab mau seberapa mematikan pun senjata yang dimiliki Juve, entah berupa Ronaldo, Dybala, ataupun Aaron Ramsey. Sarri tetap tak ubahnya petarung yang memiliki ribuan jurus, namun tak satu jurus pun yang ia kuasai dengan benar.

Berkat Bruno Fernandes Sekarang MU Layak Ditonton Lagi – Kedatangan Bruno Fernandes sepertinya sudah cukup jadi alasan kegembiraan fans Manchester United beberapa bulan terakhir. Gelandang Portugal itu telah mengubah permainan Setan Merah jadi jauh lebih hidup. Ya, Fernandes mungkin merupakan salah satu pemain paling baru di Old Trafford. Dia baru tiba dari Sporting pada bulan Januari 2020 lalu, adaptasinya pun masih berlangsung.

Berkat Bruno Fernandes Sekarang MU Layak Ditonton Lagi

Kendati demikian, dampak Fernandes langsung terasa pada peningkatan performa MU. Dia terpilih jadi pemain terbaik MU beberapa bulan terakhir, yang membuktikan betapa besar dampaknya untuk permainan Setan Merah. Legenda MU, Dwight Yorke, pun termasuk salah satu suporter setia yang kembali bersemangat menonton pertandingan pasukan Ole Gunnar Solskjaer.

Tak terkalahkan

Kedatangan Fernandes kebetulan berbarengan dengan laju tak terkalahan MU pada 16 pertandingan di semua kompetisi. Sekarang Liga Champions pun kembali dalam jangkauan mereka. Menurut Yorke, fakta di atas sudah cukup jadi bukti betapa pentingnya Fernandes sekarang. MU bisa terus menang juga karena kontribusi gelandang 25 tahun itu.

Fakta bahwa sekarang kami [MU] tidak terkalahkan dalam 16 pertandingan, itu dalah laju yang sudah lama tidak diraih selama tiga atau empat tahun terakhir,” ungkap Yorke kepada JOE. Dan tentu saja dia [Solskjaer] mendapatkan tambahan seorang Bruno Fernandes, yang langsung tancap gas dan membawa dampak instan, itulah yang kami butuhkan.

Lebih layak ditonton

Selain itu, perbedaan yang paling kentara ada pada permainan MU. Mulai awal musim ini permainan MU membosankan, tidak menarik ditonton, tidak konsisten. Namun, sejak kedatangan Fernandes dan sejak kembalinya beberapa pemain dari cedera, sekarang permainan Setan Merah sangat memuaskan bagi Yorke.

Kami membutuhkan sesuatu untuk mendongkrak. Memang masih sedikit terlalu awal untuk bicara naik level, tapi jelas sekarang MU terlihat lebih menarik dan lebih layak ditonton daripada yang sebelumnya,” sambung Yorke. Anda sekarang bisa benar-benar duduk melihat mereka bertanding dan memahami bahwa, paling tidak, mereka punya pemain yang bakal menyerang bek lawan dan mencoba mencetak gol,” tutupnya.