Balapan Gila Hamilton Pecahkan Rekor di Silverstone

Posted on

Balapan Gila Hamilton Pecahkan Rekor di Silverstone – Balapan seri ke-4 F1 yang berlangsung di sirkuit Silverstone Minggu kemarin mungkin adalah salah satu balapan paling gila yang pernah berlangsung selama ini karena penuh drama dan air mata. Pada balapan kali ini banyak pebalap yang harus patah hati, diputus pas lagi sayang-sayangnya karena pecahnya ban, yang sialnya justru terjadi menjelang akhir balapan.

Balapan Gila Hamilton Pecahkan Rekor di Silverstone

Balapan Gila Hamilton Pecahkan Rekor di Silverstone

Dua pebalap Mercedes, Hamilton dan Bottas kompakan pecah ban jelang akhir balapan. Bottas mengalaminya tiga lap sebelum finish. Dengan tertatih-tatih Bottas kemudian memaksakan diri untuk masuk pit. Posisinya seketika melorot dari posisi dua hingga ke posisi dua belas, dan tak mendapat poin. Hamilton justru mengalaminya di lap terakhir. Jantungnya nyaris copot ketika mendengar lewat radio kalau Verstappen sedang kesetanan mengejarnya dari belakang.

Mengandalkan tiga roda (bukan semen) minus roda depan kiri yang pecah, Hamilton dipaksa untuk mengeluarkan segala jurus ilmu yang dimilikinya agar mampu menuntun mobilnya melewati chicane, sebuah tikungan berbentuk huruf “S” menjelang straight garis finish. Menghadapi chicane Ini ibarat “memeluk mobil simalakama. Dipeluk mati bini, tak dipeluk mati selingkuhan. Menjelang chicane, Hamilton hanya punya dua opsi. Pertama, melambat agar mobilnya bisa stabil di tikungan. Namun dengan risiko akan dilewati Verstappen persis beberapa meter menjelang garis finish. Tetapi Hamilton setidaknya masih bisa podium dua.

Kedua, tetap melajukan mobil seperti biasa. Risikonya adalah velg kiri depan pasti akan menyentuh aspal ketika mobil berbelok tajam ke kanan. Risiko terburuk, ban copot dari velg, dan velg langsung bersentuhan dengan aspal. Sayap depan, samping dan suspensi bisa rusak, membuat mobil berhenti total, dan Hamilton tentu tidak mendapat nilai sama sekali. Rupanya Hamilton termasuk kategori “orang gila!” Ia mengambil opsi kedua dan memaksakan mobilnya melaju di chicane tersebut. Namun ia beruntung, ban Michelin itu tidak copot dari velgnya,walaupun sebagian dari velg itu bergesekan dengan aspal sirkuit.

Untunglah garis finis sudah di depan mata dan Hamilton tiba lima detik di depan Verstappen

Seandainya garis finish dimundurkan 500 meter, maka Verstappen yang juara. Kemenangan Hamilton di Silverstone ini sekaligus menorehkan rekor baru di F1. Hamilton menjadi pebalap tuan rumah pertama yang berhasil tujuh kali juara di sirkuit tuan rumah sendiri. Ia memecahkan rekor Alain Prost (Perancis) yang berhasil 6 kali juara di GP Perancis. Hamilton juga memecahkan rekor Ayrton Senna 19 kali memimpin balapan dari start hingga finish, setelah ia berhasil membuat rekor 20 kali berkat kemenangan di Silverstone kemarin.

Dengan rekor 87 kemenangan di F1, Hamilton kini terpaut 4 kemenangan lagi dari rekor Michael Schumacher, dan hanya terpaut satu podium lagi untuk menyamai rekor 155 podium Schumacher. Verstappen sendiri sebenarnya beruntung diatas musibah yang menimpa Bottas. Tadinya ia berada di posisi tiga, terpaut cukup jauh di belakang Bottas sebelum Bottas sendiri mengalami pecah ban. Di depan mata Verstappen melihat Bottas terseok-seok dengan tiga roda (bukan semen) menuju pit. Verstappen kemudian meminta ke timnya untuk mengganti ban, agar nasibnya tak sama seperti Bottas. Sejurus kemudian Verstappen keluar dari pit dengan ban soft yang seger dan wangi (wangi ban tentunya)

Astaganaga! Yah namanya juga manusia, Verstappen jadi kepikiran. Seandainya, yah seandainya ia tidak masuk pit untuk mengganti ban (butuh waktu sekitar 24 detik total waktunya) maka pasti Verstappen yang menjadi juara, soalnya Verstappen finish 5 detik di belakang Hamilton. Tapi Verstappen kemudian bisa bersyukur dan tertawa. Bagaimana kalau ban mobilnya juga pecah? Jangan-jangan, bukan cuma gagal finis, bisa-bisa jiwanya juga terancam.

Tak lama kemudian terjadi juga musibah menimpa Hamilton seperti Bottas tadi

Patah hati juga menimpa pebalap McLaren, Carlos Sainz Jr. Nasibnya sama seperti Bottas. Tadinya ia nyaman “duduk” di posisi 4, tapi pecah ban di akhir balapan memaksanya harus “berdiri” di posisi 13. Sebaliknya dengan rekan setimnya Lando Norris yang berhasil mengatasi degradasi ban dengan baik, sehingga finish di posisi ke-5 untuk kedua kalinya pada musim ini. Lando Norris masih nyaman di poisisi empat klasemen pebalap, mengungguli seniornya seperti Carlos Sainz Jr, bahkan Sebastian Vettel. Bagi Bottas sendiri kemalangan ini semakin menjauhkannya dari Hamilton yang kini berhasil mengumpulkan 88 poin, berselisih 30 poin di depan Bottas. Padahal hingga dua balapan berlangsung, Bottas masih unggul dari Hamilton.

Memang seri balapan masih Panjang, tetapi Bottas harus berjuang keras agar bisa tetap meraih poin, agar tidak semakin tertinggal dalam perburuan gelar juara dunia 2020. Air mata pertama sudah menetes di pipi Nico Hulkenberg setelah ia gagal membalap bahkan ketika balapan belum lagi dimulai. Kru Racing point akhirnya menyerah karena tidak mampu memperbaiki mobilnya yang rusak menjelang balapan. Padahal inilah balapan pertama Nico setelah ia memutuskan pensiun tahun lalu. Nico ditawari balapan setelah pebalap Racing Point, Sergio Perez dipastikan reaktif Covid-19, sehingga ia menjadi pebalap pertama yang terinfeksi Covid-19.

Ban depan kiri Alex Albon kemudian mengenai ban belakang kanan Kevin, membuatnya melintir untuk kemudian berhenti di dinding tembok pembatas. Kevin Magnussen seketika keluar dari balapan dengan ban kiri depan copot. SC (Safety Car) kemudian masuk ke lintasan untuk memberi waktu bagi petugas untuk membersihkan trek dari serpihan-serpihan. Hampir semua pebalap menggunakan ban kompon medium, kecuali dua pebalap Mc Laren yang menggunakan ban kompon soft.

Air mata selanjutnya menetes di pipi Kevin Magnussen ketika balapan baru berlangsung satu putaran

Tampaknya ini terkait dengan sesi kualifikasi Q3 kemarin, dimana kedua pebalap ini mengejar time attack untuk mencari waktu tercepat. Namun ketika balapan, kedua pebalap ini harus berjuang keras untuk mengendalikan mobil karena bannya cepat sekali mengalami keausan. Setelah itu air mata meleleh di pipi Danill Kvyat setelah mobilnya menabrak tembok pembatas dalam sebuah laka tunggal di lap ke-13. Lagi-lagi dua buah ban mobil Danill Kvyat pergi menjauh meninggalkan mobilnya yang terkandas di atas rumput. SC kemudian Kembali masuk ke lintasan. Para pebalap kemudian masuk pit untuk mengganti ban ke kompon Hard.

Lap ke-19. SC keluar dari lintasan dan balapan dimulai Kembali. Norris kemudian berhasil menyalip Ricciardo, dan kini mencoba menyalip mentornya, Carlos Sainz. Usahanya gagal karena ia melebar. Setelah itu komposisi posisi pebalap nyaris tidak berobah lagi. Lap ke-41. Bottas melaporkan lewat radio, getaran keras yang dialaminya pada ban. Satu lap kemudian, Carlos Sainz juga melaporkan hal yang sama, namun ia tak tahu apa penyebabnya. Lap ke-50. Bottas melaporkan lewat radio, ada sesuatu yang terjadi pada bannya, dan ia kemudian melintir ke luar dari trek. Ternyata ban depan kiri sudah pecah.

Lap ke-51. Tim Mercedes mengingatkan Hamilton agar tidak mengejar fastest lap sebab stabilitas ban adalah prioritas utama. Tim kemudian memintanya untuk tenang dan mengabarkan kalau Verstappen 30 detik di belakangnya. Namun tak lama kemudian, ban depan kiri Hamilton pecah. Di lintasan tikungan cepat ini, mobil bisa dipacu konsisten dalam kecepatan 250 km/jam. Downforce mobil bekerja maksimal dengan G-Force menghajar pembalap sekitar 4G. Artinya, ketika melewati tikungan ini, leher pebalap didorong oleh gaya sebesar empat kali berat tubuhnya sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *