Berkurangnya Pemasaran di Store Madura United: Satu Jersey Per Hari Saja Belum Pasti

Posted on

Madura – Pendapatan store club Shopee Liga 1 2020 turut turun bersamaan menyebarnya epidemi virus corona. Sama seperti yang dirasakan store punya Madura United, team yang bertempat di Pamekasan, Madura.

COO PT Madura United, Annisa Zafharina Qosasi menjelaskan jika saat menyebarnya virus corona penghasilan store punya team turun.

Keadaan makin sulit karena Shopee Liga 1 2020 disetop. Sudah diketahui, Persatuan Sepak Bola Semua Indonesia (PSSI) hentikan pertandingan tengah Maret lalu waktu masuk minggu ketiga.

Efeknya bisa ditebak, kecuali beberapa pemain kehilangan pekerjaan cari nafkah serta cuma terima upah 25 %, sektor bisnis ekonomi kreatif serta Usaha Kelas Menengah (UKM) yang penghidupannya dari berputar-putarnya pertandingan turut mandeg.

Menurut wanita yang dirumorkan akan jadi calon Sekretaris Jenderal PSSI ini, supporter juga jadi kurang daya belinya sebab tidak ada laga. Walau sebenarnya, waktu pertandingan berjalan, intinya waktu Madura United bermain kandang, keuntungan pemasaran store bertambah.

“Dampak sich yang pasti pemasaran jadi turun mencolok. Sebelumnya ada epidemi kita umumnya jual dapat /hari lebih dari pada 10-an jersey. Tetapi semenjak epidemi 1 saja belum pasti. Ini /hari ya,” kata Annisa Zafhatina, Selasa (30/6/2020)

“Umumnya pemasaran kami itu peak kalau lagi ada laga kandang. Jadi sebab tidak ada laga khususnya laga home, orang tidak lihat keperluan untuk membeli,” sambungnya.

Pemasaran Online

Mujur, kata Annisa pemasaran online masih dapat menolong store Madura United untuk memperoleh keuntungan. Pasalnya pemasaran online dapat meliputi selutuh Indonesia, tidak sama dengan store yang ada di satu tempat.

“Kan kita ada online shop sich. Sebab epidemi kita jadi dibantu sama pemasaran online. Online kan tidak harus dateng ke store,” katanya.

Walau opini store tidak menjanjikan sekarang ini, faksi manajemen masih menunjukkan kepedulian sosial. Ya, melalui Madura United, store juga turut peran dalam memberi pertolongan semasa epidemi corona khususnya memberi Alat Pengaman Diri (APD) buat tenaga medis sebagai garda paling depan dalam perlakuan virus corona terutamanya di Madura.

Bantuan yang terkumpul termasuk cukuplah besar yaitu seputar Rp 225 juta. Annisa mengharap yang akan datang, store Madura United terus bertumbuh supaya bisa memberikan fasilitas kemauan supporter mulai dari jersey sampai pernak-pernik yang lain yang terkait dengan Sape Sering panggilan Madura United.

“Untuk store keinginan ked epannya mudah-mudahan kelak tetap akan bertumbuh untuk memberikan fasilitas semua fans di mana saja. Kelak saat saatnya telah pas pasti kita bangun terus,” katanya.

“Pesan pada supporter pokonya jangan lupakan Madura United, tetapi untuk saat ini menjaga kesehatan, bersihkan tangan serta gunakan masker bila melancong,” Annisa akhiri perbincangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *