Valtteri Bottas berkilau di sesion kwalifikasi F1 GP Emilia Romagna 2020 dengan merampas pole. Pembalap Mercedes GP itu melampaui rekanan segrupnya Lewis Hamilton.
Ada yang lain dari GP Emilia Romagna pekan ini yang digelar di Autodromo Internazionale Enzo Dino Ferrari, Imola. Dari umumnya parade balapan diawali semenjak Jumat, karena itu sekarang cuman ada 2 hari dengan sesion free practice diselenggarakan sekali pada hari Sabtu (31/10/2020) sore WIB serta langsung diteruskan kwalifikasi.

Untuk sesion latihan bebas, Lewis Hamilton jadi pembalap paling cepat. Tetapi, perform itu tidak dapat diteruskan di sesion kwalifikasi saat Hamilton justru disalip Bottas di beberapa detik akhir.

Hamilton awalannya menggenggam pole position

Hamilton awalannya menggenggam pole position dengan catatan waktu 1 menit 13,706 detik, saat sebelum disalip Bottas yang unggul dengan perolehan waktu 1 menit 3,609 detik.

Akhirnya, Bottas meraih pole ke-4 musim ini sesudah Austria, 70 Anniversary GP, serta Eifel GP. Ini semakin memperjelas supremasi Mercedes yang terus tempatkan pembalapnya di pole position, Hamilton pimpin dengan 9 kali start paling depan.

Untuk urutan ke-3 di grid esok ada Max Verstappen yang mengatur Aston Martin Red Bull dengan catatan waktu 0,567 detik lebih lamban dari Bottas.

 

 

Lengkapi status 5 besar ada pembalap Alpha Tauri Pierre Gasly serta pembalap Renault Daniel Ricciardo. Alexander Albon, Charles Leclerc, Daniil Kyvat, Lando Norris, serta Carlos Sainz Jr. berada di urutan ke-6 sampai ke-7 .

Hasil Kwalifikasi GP Emilia Romagna

Bradl Ceritakan Kebiasaan Baru Para Pembalap di Paddock Selama Covid 19 – Test rider Honda, Stefan Bradl, mengaku menjalani hari berbeda selama menjalani kompetisi MotoGP pada masa pandemi Covid-19. Ia pun secara detail mengungkapkan keseharian para pembalap yang kini lebih merepotkan.

Bradl Ceritakan Kebiasaan Baru Para Pembalap di Paddock Selama Covid 19

Bradl Ceritakan Kebiasaan Baru Para Pembalap di Paddock Selama Covid 19

Bradl mengakui kondisi pandemi benar-benar mengubah kehidupan para pembalap selama di paddock. Adanya pengurangan orang di lingkungan paddock membuat suasana menjadi lebih sepi dari biasanya. Selain itu, hal unik lainnya adalah para pembalap dan yang terlibat di setiap balapan tidak boleh berpindah-pindah tempat kecuali ke hotel atau paddock. Mereka pun harus menghindari bar dan diskotik atau tempat kerumunan.

Setiap orang yang di paddock pun wajib mengenakan masker dan hanya pembalap yang diperbolehkan melepas masker saat di pit. Ini menjadi peraturan ketat yang diakui Bradl membuat para pembalap harus banyak beradaptasi. Bradl sendiri mengaku harus menjalani tes Covid-19 setiap kali memulai balapan. Ini menjadi protokol dan pedoman paling penting untuk memastikan kondisi setiap orang yang terlibat di arena balap baik-baik saja.

Saya harus melakukan tes Covid-19 pada hari Senin atau sebelum berangkat untuk setiap Grand Prix,” ungkap Bradl, mengutip dari Speedweek. Ini terjadi pada Senin atau Selasa, karena tes tidak boleh lebih dari empat hari ketika tiba di Paddock. Jadi 96 jam. Saya selalu menyelesaikannya pada Senin dan kemudian mendapatkan hasilnya pada Rabu,” tambahnya.

Ada hal-hal yang lebih menyenangkan daripada tes ini, tetapi begitu Anda menyadarinya, tidak pernah begitu tragis,” sambungnya. Anda kemudian harus mengirim hasil tes melalui email dan kemudian diunggah ke Aplikasi Medis MotoGP. Jika berwarna hijua, maka Anda memiliki izin untuk masuk. Dalam hal ini, kode QR hampir lebih penting daripada tiket masuk permanen biasa Anda,” lanjutnya.

Saat masuk, suhu akan diukur di pintu masuk. Anda harus mengenakan masker di seluruh arena balap. Anda harus memakai pelindung wajah di dalam paddock atau di mana pun ketika Anda harus berurusan dengan orang lain,” pungkasnya.

Diisukan Bakal Gabung Pramac Ducati Ini Jawaban Luca Marini – PembalapTim Sky Racing VR46, Luca Marini, memberikan jawaban soal rumor dirinya pindah ke Tim Pramac Ducati pada kejuaraan dunia MotoGP musim 2021. Marini mengaku belum dapat tawaran apapun dari pihak Tim Pramac Ducati.

Diisukan Bakal Gabung Pramac Ducati Ini Jawaban Luca Marini

Diisukan Bakal Gabung Pramac Ducati Ini Jawaban Luca Marini

Sebagaimana diketahui, Marini memang memulai kampanyenya pada Moto2 musim ini dengan performa yang cukup mengesankan. Marini memang gagal finis di seri perdana Moto2 yang berlangsung di Sirkuit Losail, usai mengalami crash. Akan tetapi setelah kejuaraan dunia Moto2 2020 kembali berlangsung pada awal bulan kemarin, Marini tampil bak tanpa celah. Ya, Marini berhasil keluar sebagai juara ketika mengaspal di Moto2 Spanyol 2020.

Sementara pada Moto2 Andalusia 2020, Marini kembali meraih podium. Ya, pembalap berkebangsaan Italia tersebut berhasil menyelesaikan balapan yang berlangsung di Sirkuit Jerez pada akhir pekan di posisi kedua. Pada tiga balapan terakhir, Marini juga berhasil tampil mengesankan. Adik tiri dari Valentino Rossi tersebut mampu finis keempat di MotoGP Republik Ceko 2020, raih podium kedua saat tampil di MotoGP Austria 2020, dan finis ketujuh di MotoGP Styria 2020.

Situasi itu pun membuat Marini untuk sementara memuncaki klasemen Moto2 2020

Dengan raihan 87 poin. Performa impresif itu pun membuat nama Marini kencang dikait-kaitkan dengan sejumlah tim MotoGP. Salah satu tim yang kabarnya menaruh ketertarikan kepada Marini adalah Pramac Ducati. Terlebih Tim Pramac Ducati sendiri tengah harap-harap cemas, lantaran Francesco Bagnaia kabarnya diincar pabrikan untuk menggantikan Andrea Dovizioso.

Marini pun memberikan tanggapannya soal rumor ketertarikan dari Tim Pramac Ducati untuk tampil di MotoGP 2021. Pembalap jebolan akademi VR46 tersebut mengaku sejauh ini belum mendapatkan tawaran apapun dari pihak Tim Pramac Ducati. Tentu tidak. Soal ini (rumor ketertarikan dari Tim Pramac Ducati), Anda harus tanya pada orang-orang Pramac. Sebuah kehormatan dan impian diperhatikan tim-tim MotoGP,” jelas Marini, seperti disadur dari GPOne,

Saya merasa sudah bekerja keras demi tampil 100% di kejuaraan dunia tahun ini, karena saya ingin melaju cepat dan kuat. Saya ingin meraih hasil hebat di Moto2. Bakal fantastis jika saya bisa menyusul Vale (Rossi), Franco (Morbidelli), dan Pecco,” sambungnya. Selain itu, berlatih dengan mereka membuat saya bisa melihat segalanya demi bisa tampil baik di MotoGP. Bahkan mulai sekarang saya sudah mulai minta saran pada mereka, karena MotoGP adalah kelas tertinggi di olahraga ini,” tutup pembalap asal Italia tersebut.

Pantang Nyerah Vettel Optimis Bisa Bangkit dari Keterpurukan di F1 2020 – Pembalap Tim Scuderia Ferrari, Sebastian Vettel, memberi tanggapan soal penampilannya yang buruk di pentas Formula One (F1) 2020. Meski merana, Vettel memastikan dirinya tak menyerah.

Pantang Nyerah Vettel Optimis Bisa Bangkit dari Keterpurukan di F1 2020

Pantang Nyerah Vettel Optimis Bisa Bangkit dari Keterpurukan di F1 2020

Vettel bahkan optimis bisa segera bangkit dari keterpurukan tersebut hingga menuai hasil manis. Sebab, ia dan tim Ferrari akan berjuang untuk menemukan solusi atas masalah yang dihadapi di pentas F1 musim ini. Kondisi yang buruk memang menghampiri Vettel di F1 2020. Pembalap asal Jerman itu bahkan belum naik podium satu kali pun di sepanjang perjalanannya di F1 2020.

Hasil terbaik Vettel sejauh ini hanyalah finis di urutan keenam. Hal itu terjadi di gelaran F1 GP Hungaria 2020. Selebihnya, ia terus tercecer sehingga kini baru mengemas 11 poin. Dengan koleksi poin tersebut, Vettel hanya menempati posisi ke-16 di klasemen sementara F1 2020. Mendapati situasi ini, Vettel tak menyerah. Ia menyadari bisa merasa frustrasi atau terpuruk saat berada dalam kondisi tersebut.

Tetapi, Vettel yakin ada cara yang tepat untuk mengatasinya. Karena itu, rekan setim Charles Leclerc itu masih optimis menatap perjalanannya di F1 2020. Ia yakin bisa menuai hasil manis dalam balapan berikutnya. Selalu ada dua cara untuk melihatnya. Anda bisa menjadi frustrasi karenanya atau Anda menanganinya dan mendorongnya. Itulah yang harus saya lakukan di sini. Saya selalu optimis,” ujar Vettel, sebagaimana dikutip dari Crash.

Saya pikir selalu ada hal-hal yang dapat Anda pelajari, tetapi hal-hal itu tidak hilang begitu saja. Mereka muncul seperti itu, tetapi mereka tidak pergi begitu saja. Kami harus mengatasinya dan saya yakin kami akan melewatinya,” lanjutnya. Tahun ini belum berakhir jadi sebagai sebuah tim kami mencoba untuk membuat kemajuan dan secara individu saya juga mencoba untuk membuat yang terbaik dari situasi ini. Ini tidak mudah, tapi seperti yang saya katakan kami akan berusaha untuk memaksimalkan Itu,” tukas Vettel.