Lazio meluncur ke-16 besar Liga Champions dari Group F mengikuti Borussia Dortmund. Kejelasan itu didapatkan sesudah Elang Ibu Kota seimbang 2-2 dengan Klub Brugge
Lazio melayani Klub Brugge di Olimpico Roma pada matchday paling akhir Group F Liga Champions, Rabu (9/12/2020) pagi hari WIB. Ke-2 team merebutkan ticket ke babak luruh untuk mengikuti Borussia Dortmund yang telah lebih dahulu pastikan bisa lolos.

Elang Ibu Kota sanggup buka score saat laga berjalan 12 menit. Joaguin Correa menjebol gawang Klub Brugge mengambil bola muntah tendangan Luis Alberto yang dihalau Simon Mignolet.

Team tamu cuman perlu tiga menit untuk kembali lagi menyamakan angka melalui Ruud Vormer.

Baca juga : Real Madrid Dapat Tersisih dari Liga Champions, Bekas Pemain Takut

Gol ini berawal dari tendangan jarak jauh Noa Lang yang tidak berhasil diredam secara baik oleh Pepe Reina

Bola yang terlepas dari dekapan Reina, langsung disikat Vormer menghasilkan gol. Posisi kembali lagi seimbang 1-1.

Di menit ke-27, Lazio mendapatkan hadiah penalti sesudah Ciro Immobile dilanggar Clinton Mata. Immobile sendiri yang maju selaku pelaksana eksekusi jalankan pekerjaannya dengan bagus untuk bawa Biancocelesti unggul 2-1.

Klub Brugge harus bermain dengan 10 pemain semenjak menit ke-39. Ini berlangsung sesudah Eduard Sobol memperoleh kartu kuning ke-2 dari wasit Cuneyt Cakir.

Kalah jumlah pemain, Klub Brugge malah tampil lebih menguasai dibanding Lazio di babak ke-2 . Mereka sukses menyamai posisi pada menit ke-76.

Umpan Vormer disamping kanan sukses disundul oleh Hans Vanaken untuk memperdayai Reina. Score berbeda seimbang 2-2.

Hasil seimbang 2-2 ini tidak berbeda sampai laga habis. Tambahan satu angka telah cukup buat bawa Lazio mengikuti Dortmund ke-16 besar.

Lazio tempati rangking ke-2 Group F dengan 10 angka. Mereka tertaut tiga angka dari Dortmund di pucuk klasemen dengan 13 angka.

Dortmund sendiri mengunci status paling atas group F habis menang 2-1 di basis Zenit St. Peterburg, Gazprom Arena. Die Borussen ketinggalan lebih dahulu melalui gol Sebastian Druissi pada menit ke-16.

Pasukan Lucien Favre selanjutnya bangun di babak ke-2 . Mereka cetak 2 gol melalui Lukasz Piszczcek pada menit ke-68 dan Axel Witsel sepuluh menit berlalu.

Sesaat, Klub Brugge harus ikhlas terlontar ke Liga Europa sesudah cuman ada di rangking ke-3 dengan 8 point. Zenit di status terikuth dengan hanya meraih satu angka.

Baca juga : Harry Kane, Si Raja London Utara

Berikut jadwal Liga Europa untuk matchday ke-3 , yang diantaranya menyertakan AC Milan sampai Arsenal. Baca partai-partai Liga Europa yang akan dimainkan dari tengah nanti malam.
AS Roma melayani CFR Cluj di Stadion Olimpico untuk kelanjutan Group A, Jumat (6/11/2020) jam 00.55 WIB. Ke-2 team sekarang ini mengumpulkan 4 point yang diikuti oleh Young Boys serta CSKA Sofia dengan 1 angka.

Napoli, sebagai penghuni Group F, berkunjung ke basis Rijeka. Partenopei harus meraih point penuh untuk melekat AZ Alkmmar di pucuk klasemen.

Tottenham Hotspur jalani visi yang tidak mudah-mudah sangat

Dari jadwal Liga Europa sekarang ini, team garapan Jose Mourinho itu harus melayani kemampuan Ludogorets, yang dengan status kandang.

AC Milan, yang selama ini tampil cemerlang, mendapatkan musuh susah di matchday ke-3 Group H. Rossoneri harus melayani Lille di San Siro untuk Jumat (5/11/2020) jam 03.00 WIB.

Seandainya kalah untuk laga ini, Lille dapat merampas pucuk klasemen dari Milan. Sekarang ini Lille duduk dalam sikap ke-2 dengan 4 point, kalah 2 angka dari Milan.

Arsenal bertemu dengan musuh yang tidak gampang, yaitu Molde. Ke-2 team sekarang ini sama mengumpulkan 6 point serta baru 1x kecolongan.

Jadwal Liga Europa matchday ketiga:

00:55 WIB Roma vs CFR Cluj
00:55 WIB Rapid Wien vs Dundalk
0o:55 WIB Slavia Praha vs Nice
00:55 WIB Hapoel Be’er Sheva vs Bayer Leverkusen
00:55 WIB Benfica vs Rangers
0:55 WIB Lech Poznań vs Standard Liège
00:55 WIB PAOK vs PSV
00:55 WIB Omonia Nicosia vs Granada
0o:55 WIB Rijeka vs Napoli
00:55 WIB Real Sociedad vs AZ
0:55 WIB Sivasspor vs Qarabag
00:55 WIB Ludogorets vs Tottenham Hotspur

03:00 WIB Young Boys vs CSKA Sofia

03:0 WIB Arsenal vs Molde
03:00 WIB Leicester City vs Sporting Braga
03:0 WIB Zorya vs AEK Athens
03:00 WIB Celtic vs Sparta Praha
03:00 WIB Milan vs Lille
03:o0 WIB Villarreal vs Maccabi Tel Aviv
03:00 WIB Antwerp vs LASK
3:00 WIB Dinamo Zagreb vs Wolfsberger
03:00 WIB Feyenoord vs CSKA Moscow
03:oo WIB Crvena Zvezda vs Gent
03:00 WIB Hoffenheim vs Slovan Liberec

Shakhtar Donetsk bertemu dengan Real Madrid di matchday pertama kali Group B Liga Champions. Pelatih Shakhtar, Luis Castro,

sadar jika teamnya akan sulit kuasai permainan.
Madrid versus Shakhtar berjalan di Stadion Alfredo Di Stefano, Rabu (21/10/2020) malam WIB.

Ke-2 team paling akhir sama-sama berjumpa di Liga Champions 2015, yang di saat itu Madrid 2x meraih kemenangan dengan score 4-0 serta 4-3.

Berdasar catatan itu, lumrah bila Shakhtar pesimis untuk dapat mengatur permainan dari Madrid.

Castro yakin jika Los Blancos akan benar-benar kuat walau teamnya kuat di Liga Ukraina.

“Kami dengan perebutan bola 75 % di Liga Ukraina, kami ialah team yang menghibur dengan permainan menyerbu,” kata Castor seperti diambil dari Marca.

“Asumsinya, menantang Madrid hal tersebut tidak berlangsung. Kemampuan Madrid akan menggantikan bola makin beberapa dari kami.

Tahun kemarin menantang Manchester City kami mempunyai 45 % perebutan bola,” tambahnya.

“Mengapa itu berlangsung? Bukan lantaran kami tidak inginkan bola, tapi sebab mereka langsung ambilnya dari Anda.

Disana, kami coba menyesuaikan, bertahan lebih bagus, serta manfaatkan perebutan bola,” tegasnya.

Madrid alami kekalahan 0-1 waktu melayani Cadiz di LaLiga sebelumnya memandang Liga Champions. Castor telah menganalisis pertandingan itu,

tetapi tidak percaya akan berpengaruh besar.

“Saya telah menontonnya, itu betul. Saya sudah mengulas banyak hal, itu betul.

Tetapi saya tidak paham apa bisa banyak bermanfaat untuk kami, sebab team banyak berbeda dari 1 laga ke laga yang lain,” Castro mengutarakan.

“Cadiz bertahan dengan benar-benar baik serta saat mereka menyerbu, itu mematikan.

Madrid mempunyai 75 % perebutan bola serta mereka tidak paham bagaimana memakainya, tetapi saya berpikir mereka patut memperoleh makin di set ke-2 , itu sebenarnya,” Castor memperjelas.