Satu kejadian berlangsung di tengah-tengah kekalahan Manchester United dari Paris St. Germain 1-3. Neymar dan Scott McTominay beradu mulut menjelang turun minum.
Neymar bawa PSG menang cepat dengan golnya pada menit ke enam dalam pertandingan Liga Champions di Old Trafford, Kamis (3/12/2020) dini hari WIB. Marcus Rashford cetak gol balasan untuk MU hingga posisi beralih menjadi 1-1 yang bertahan sampai turun minum.

Simak juga: Semestinya PSG Dapat Bobol Gawang MU Lebih Banyak
Laga berjalan panas sebab rangkaian kejadian, yang dengan diawali Fred coba menanduk Leandro Paredes. Selanjutnya Neymar dan McTominay terjebak pembicaraan waktu akan masuk di lorong pemain.

Neymar kecewa habis mendapatkan tekel bersih dari McTominay, yang selanjutnya tidak menyengaja mencapai kakinya

Mega-bintang sepakbola Brasil itu lalu menggerakkan selangkangan rivalnya itu saat sebelum berguling-guling sebab menganggap kesakitan terinjak.

Waktu semprit sinyal half-time dibunyikan, Neymar yang nampak geram berdiskusi dengan McTominay. Bekas punggawa Barcelona itu selanjutnya bertandang ke wasit Daniele Orsato yang bisa saja untuk protes kenapa McTominay bisa lolos dari kartu kuning.

Manager MU Ole Gunnar Solskjaer tidak berkesan dengan tindakan Neymar. Solskjaer menunjuk Neymar bereaksi terlalu berlebih.

“Saya inginkan beberapa pemain yang jujur. Scotty bisa jatuh saat Neymar menggenggam kemaluan ia, tetapi saya tidak mau mereka lakukan hal tersebut,” sungut manager Norwegia itu dikutip Mirror.

Dengan hasil ini MU dan PSG sama mengumpulkan sembilan point. Ke-2 nya akan berebutan dua ticket maju ke babak 16 besar bersama RB Leipzig yang kumpulkan angka sama di matchday paling akhir. Seterusnya MU akan berkunjung ke Leipzig, sedang PSG melayani Istanbul Basaksehir pada pekan depan.

 

Liverpool sukses menaklukkan Ajax Amsterdam 1-0 di Liga Champions, sekalian pastikan ticket ke babak 16 besar. Ada peranan besar kiper Caoimhin Kelleher dalam kemenangan kesempatan ini.
Di Anfield, Rabu (2/12/2020) pagi hari WIB, Kelleher yang disebut penjaga gawang ke-3 Liverpool di turunkan oleh manager Juergen Klopp semenjak awalnya. Hal tersebut susul luka hamstring yang dialami Alisson Becker waktu The Reds ditahan seimbang 1-1 oleh Brighton dan Hove Albion akhir minggu kemarin.

Ini dapat disebut jadi perjudian untuk Klopp. Karena dia pilih Kelleher yang tidak pernah tampil benar-benar pada musim ini untuk pertandingan sekrusial menantang Ajax. Sesaat Adrian, penjaga gawang ke-2 Liverpool yang telah 5 kali tampil pada musim ini, tersimpan selaku cadangan.

Tetapi Klopp percaya. Dia menyaksikan Kelleher telah menunjukkan dianya siap waktu latihan. “Caoimhin Kelleher ialah penjaga gawang yang baik dalam meredam shooting musuh. Pekerjaan saya untuk memutuskan semacam ini,” kata Klopp ke BT Sport saat sebelum pertandingan.

Keputusan Klopp bisa dibuktikan tepat. Penjaga gawang 22 tahun asal Republik Irlandia itu tidak cuman tampil cemerlang pada pertandingan kiprahnya di gelaran Liga Champions, tetapi mengantar The Reds meluncur ke babak luruh

Whoscored menulis Kelleher sukses lakukan empat pengamanan di pertandingan ini. Salah satunya yang penting ialah waktu menangkis tandukan striker veteran Ajax, Klaas-Jan Huntelaar, di penghujung set ke-2 . Sehabis pertandingan, dia juga tidak dapat sembunyikan kebahagiaannya.

“Benar-benar mempesona. Jalani kiprah di Liga Champions League ialah hal besar dan kami sukses menang dan maju ke 16 besar. Malam yang mengagumkan,” kata Kelleher ke BT Sport.

“Untuk berikut saya datang, saya bekerja tiap hari waktu latihan, pastikan saya siap dan dapat lakukan beberapa pengamanan.”

“Gampang untuk saya tampil dengan beberapa pemain belakang kami, sebab mereka memberikan saya pilihan yang baik. Kami beberapa pemain muda tidak cuman pengin sebatas dikasih peluang tampil. Kami pengin lagi tingkatkan permainan kami dan bermain sekerap kemungkinan.”

“Telephone saya kebanjiran pesan semenjak saya masuk jadi starter di pertandingan ini, terima kasih untuk semuanya suportnya,” tutup Kelleher.