Jose Mourinho tidak jadi masalah bila Tottenham Hotspur tidak lolos selaku juara group di Liga Europa. Spurs diklaim siap hadapi siapa saja.

Spurs akan memainkan partai paling akhir di babak group Liga Europa, Jumat (11/12/2020) pagi hari WIB, hadapi Royal Antwerp.

Sekarang ini Spurs masih ada di urutan ke-2 Group J dengan 10 point, beda dua point dari Antwerp di pucuk.

Antwerp cuman perlu hasil seimbang untuk bisa lolos sesaat Spurs harus menang.

Ini susul kekalahan 0-1 di kandang Antwerp dan hasil 3-3 di basis LASK minggu kemarin.

Spurs bisa disebut mempersulit diri kita dengan beberapa hasil itu, ingat mereka ialah favorit di group ini.

Baca juga : Real Madrid Dapat Tersisih dari Liga Champions, Bekas Pemain Takut

Tetapi, Mourinho tidak ingin bikin pusing itu.

Karena, untuknya Spurs tidak gentar bila harus berjumpa team kuat di set 32 besar, walau dengan status selaku runner-up.

Menurut Mourinho, seluruh musuh sama kuatnya di babak luruh.

“Kami telah menyelesaikan pekerjaan kami saat bisa lolos di lima laga awalnya dan satu laga sisa di kandang,

ada 2.000 penggemar memberikan dukungan, kami masih berpeluang memenangkan group ini,” tutur Mourinho seperti diambil Evening Standar.

“Apa itu wajib? Tidak sich. Saya pikir kami jangan takut berjumpa siapa saja di babak selanjutnya.

Tetapi pasti umumnya ialah team sebagai juara group ialah yang terhebat, hingga apa bakal menjadi keuntungan bila kami menghindar mereka?,” tambahnya.

Tottenham Hotspur kembali pada trend positif susul runtutan tidak pernah kalah di lebih dari 10 laga. Dapatkah mereka menjadi juara group?

Baca juga : Harry Kane, Si Raja London Utara

AC Milan belum terkalahkan di Liga Italia dan tengah dengan status selaku capolista. Legenda Rossoneri Franco Baresi menyaksikan team bimbingan Stefano Pioli itu serupa dengan Milan zaman Arrigo Sacchi.
Sampai giornata ketujuh Serie A 2020/21, Milan masih ada di pucuk dengan 17 point, dari hasil 5 kemenangan dan 2x seimbang. Bila menyaksikan lebih jauh kembali, Milan bahkan juga telah tidak kalah di Serie A semenjak Maret lalu, saat sebelum wabah COVID-19 memaksakan Liga Italia istirahat sesaat.

Walau perjalanan musim ini masih panjang, tetapi nada-nada kepercayaan diri pada Milan untuk raih scudetto mulai tampil. Ditambah telah sekian tahun lama waktunya mereka tidak rasakan kompetisi di kelas atas Liga Italia.

“Milan sedang menuai buah dari usaha keras dan dedikasi sepanjang tahun-tahun ini. Habis lockdwon, situasi dalam team bertambah lebih nge-klik,” tutur Baresi ke Sky Sport Italia.

“Yang awalnya bukan Milan yang sebenarnya, tapi mereka telah memperlihatkan kualitas yang mereka punyai, saat ini ada kesadaran dalam team, jika mereka dapat berkompetisi dengan siapa saja.”

“Pioli demikian bagus dalam mengusung kepribadian dan menyertakan team. Seluruh pemain berasa tenteram dan sanggup mengekspresikan diri semasing

dan tampil dalam perform terhebat,” lebih pria yang sekarang jadi wapres kehormatan Milan itu.

Kepandaian strategi Pioli membuat tim Milan, yang dipandang seadanya, jadi susah ditaklukkan. Baresi juga yakin pada tangan pelatih berkepala plontos itu, Milan dapat kembali lagi berjaya.

“Milan yang saat ini selalu harus memikir besar, mereka harus berani. Mereka mengetahui jika mereka dapat menyaingi team mana saja. Pada awal musim ini ada kontinuitas dalam team, itu memberimu rasa optimis,” ikat Baresi.

“Semua bergantung dalam diri kami, dengan semua tertarik untuk semuanya team. Ingat-ingatlah Milan waktu pertama dilatih Sacchi. Tidak ada yang memikir kami dapat menjadi juara. Dengan dedikasi dan keyakinan,

kamu juga dapat lakukan hal yang kamu sendiri tidak sangka-sangka,” terang pemilik enam gelar Serie A itu.

Di zaman Sacchi (1987-1991), Milan diketahui selaku dream tim,

di mana mereka sukses raih satu gelar scudetto dan dua Piala Champions berturut-turut (1989, 1990).

Cal Crutchlow alami nasib apes mendekati balapan MotoGP Catalunya. Pembalap LCR Honda itu terpeleset waktu berjalan, sampai pergelangan kakinya luka.
Dikutip Crash, kejadian ‘aneh’ dirasakan Crutchlow mendekati balapan ke-7 di MotoGP 2020 di Catalunya. Pembalap berumur 34 tahun itu terpeleset.

Sesudah jalani tes swab mendekati balapan, untuk sisi dari prosedur kesehatan, Crutchlow terpeleset. Celaka untuknya, ligamen pergelangan kakinya luka.

Buat Crutchlow, ini jadi luka ke-3nya. Awalnya, bekas pembalap Yamaha serta Ducati itu alami permasalahan pada tulang skafoid serta kompleksitas selesai operasi lengan pompanya.

Luka paling baru Crutchlow juga dilakukan konfirmasi LCR Honda

Team satelit Honda itu sekarang bersikukuh dapat sembuh untuk ikuti session pertama MotoGP Catalnya, yang mulai digeber Jumat (25/9).

“Sisa cedera nampaknya mulai pulih serta keadaannya semakin lebih baik dibanding pekan kemarin,” membuka pengakuan LCR.

“Sayangnya, setelah tiba di Sirkuit de Catalunya, Crutchlow terpeleset waktu ia keluar dari PCR Testing Booth. Ia mematahkan ligamen pergelangan kaki kirinya, sama seperti yang dilakukan konfirmasi oleh Dr. Max Ibañez, anggota team Dr. Mir.”

“Meskipun begitu, walau alami nasib apes ini, Cal serta team akan coba yang paling baik untuk dengan teratur mengawali GP Catalan di hari Jumat,” jelas pengakuan team.

Musim ini, Crutchlow belum tampil mengagumkan. Dia tetap finish di luar 10 besar serta 2x tidak berhasil start di enam race yang telah dijalaninya.

MotoGP Catalunya sendiri akan diadakan pada Minggu (27/9). Musim kemarin, balapan seri itu dimenangi pembalap Repsol Honda, Marc Marquez.

 

Nama Mike Tyson kembali lagi membuat ramai belakangan ini sesudah dia mengatakan siap kembali lagi naik ring dalam satu pertempuran amal. Beberapa pertaruhan tentang siapa musuh Sang Leher Beton juga banyak muncul.

Sebelumnya setelah cuma akui mulai berlatih, Tyson menunjukkan laganya itu dengan menerbitkan rekaman di sosial media. Video itu memancing reaksi.

Banyak yang beri pujian kecepatan serta kemampuan Mike Tyson walau telah berumur 53 tahun. “Tidak dapat dipercayai. Ia ada di level lain,” catat juara kelas mudah UFC Khabib Nurmagomedov di account Twitter.

Calon lawan mulai banyak muncul. Sisa lawan bebuyutannya di arena tinju, Evander Holyfield, akui siap melawannya untuk kali ke-3.

Waktu saling masih aktif, Holyfield sukses menaklukkan Mike Tyson dalam dua tatap muka. “Bila tanding berlangsung serta betul untuk amal, karena itu seluruh pihak akan menjadi juara,” kata Holyfield, diambil Telegraph.

Penawaran dari Australia

Promotor tinju asal Australia, Brian Amatruda, mempunyai inspirasi lain. Ia tawarkan Tyson bayaran 1 juta dolar AS (Rp 15,1 miliar) untuk jalani pertandingan amal di Negeri Kangguru.

Amatruda juga mempersiapkan calon musuh, yaitu bekas olahragawan rugbi Australia yang sempat kadang-kadang bertanding tinju. Mereka ialah Barry Hall, Paul Gallen, serta Sinny Bill Williams.

Kemauan Amal
Tyson jadi juara kelas berat termuda di dunia selama hidup saat menggulingkan Trevor Berbick pada umur 20 tahun, 1986 kemarin. Ia mempunyai catatan menang 50 kali dari 58 pertempuran.

Figur yang pernah dipenjara sebab kekerasan ini akui berlatih dalam beberapa minggu paling akhir. Ia ingin naik ring serta kembali lagi bertinju untuk kebutuhan amal.

Dana yang terkumpul nanti dipakai untuk menolong tunawisma serta orang yang berupaya menantang ketagihan narkoba seperti dianya.

“Pertempuran ini tidak sekedar hanya tinju, tapi jadi satu moment besar di Australia. Mike Tyson masih mempunyai nama besar walau telah berumur 53 tahun. Satu dari Hall, Gallen, atau Sonny Bill bisa menjadi rivalnya,” papar Amatruda.

Andrea Dovizioso Punya Julukan Baru Apa Pengaruhnya – Kompetisi MotoGP 2020 akan segera dimulai. Tepat akhir pekan nanti (19/7), seri pertama untuk kelas tertinggi dihelat di Jerez, Spanyol. Para pembalap pun mulai bersiap, termasuk Andrea Dovizioso. Pembalap utama tim pabrikan Ducati itu sepertinya akan berupaya langsung nyetel dengan ritme kompetisi meski sedang recovery dari cedera bahu. Bahkan sudah terlihat bagaimana upayanya untuk segera fit dengan berlatih sepeda statis.

Andrea Dovizioso Punya Julukan Baru Apa Pengaruhnya

Penggambaran ini tentu membuat kita respek dengan perjuangan para pembalap yang mana ketika pasca cedera harus segera comeback. Memang, itu sebuah konsekuensi, namun kita sebagai penontonnya juga patut mengakui bahwa itu adalah perjuangan yang luar biasa. Toh, sehebat-hebatnya pembalap motor profesional, mereka juga masih manusia, bukan. Sama halnya dengan kita, para pembalap biasanya juga tak hanya recovery terhadap fisiknya, namun juga mental. Ketika pasca kecelakaan saat berkendara, pasti kita akan butuh waktu untuk segera siap untuk berkendara lagi.

Begitu pun dengan para pembalap. Ada pembalap-pembalap yang meski sudah berhasil kembali ke lintasan, namun tidak dengan performa yang sama seperti sebelumnya. Artinya, fisik mereka sudah terbentuk lagi, tetapi mentalnya belum sepenuhnya kembali sedia kala.Ditambah jika pembalap-pembalap itu harus mengalami kecelakaan lagi, maka tak hanya fisiknya yang sakit kembali, namun juga mentalnya yang akan semakin rusak. Di antara mereka kemudian ada yang tetap membalap meski harus secara bertahap untuk kembali tangguh.

Menilik rekam jejak para pembalap itu–dan tentunya masih banyak lagi

Ada pula yang harus memutus kontrak, pindah kompetisi, hingga pensiun. Contohnya seperti Jorge Lorenzo dan Ben Spies. Nama terakhir bahkan mendapatkan empati yang besar karena memutuskan tak balapan di usia yang masih muda. Cedera parah membuatnya pensiun dini dan menjadikan Pramac Ducati sebagai tim terakhirnya di MotoGP. Hal ini juga terjadi pada Jonas Folger. Pembalap asal Jerman itu harus mengalami cedera dan mengalami penurunan performa secara signifikan. Akhirnya, Yamaha Tech3–timnya saat itu–tidak melanjutkan kerja samanya.

Dia pun sempat menjadi pembalap penguji Yamaha, dan tergolong prematur. Karena, rata-rata pembalap penguji adalah pembalap senior yang sudah mengenal lama karakteristik motor yang menaunginya. Faktor ini yang diduga membuat kerja sama antara Folger dengan Yamaha segera berakhir. Secara logika, Yamaha jelas lebih mengutamakan input dari seorang Valentino Rossi yang sudah berpengalaman lama mengendarai Yamaha, dibandingkan Folger.

Kita akan menerka-nerka bagaimana kiprah Dovizioso di MotoGP 2020 pasca cedera. Memang, cederanya tidak di bagian kaki (seperti Rossi), tangan (Pasini), dan punggung (seperti Lorenzo), tetapi cedera bahu juga merupakan hal yang sangat vital bagi pembalap. Pembalap MotoGP sangat membutuhkan kekuatan bagian tubuh atasnya untuk membuat motor dapat dikendalikan dengan lincah. Artinya, ketika bahu yang cedera, maka keseimbangan motor akan sangat terganggu.

Jika melihat letak cederanya, maka Dovi diprediksi akan cukup kesulitan untuk mengontrol motornya saat menikung ke sisi kiri. Padahal, biasanya pembalap akan cenderung lebih luwes untuk menikung ke sisi kiri karena faktor kekuatan tangan yang lebih dominan. Namun, kekhawatiran yang hadir bagi penonton MotoGP sepertinya hendak disingkirkan oleh Dovizioso. Hal ini tersiratkan dari adanya julukan baru yang ia perkenalkan di akun Instagram-nya.

Hal ini bisa dipertegas jika Dovi mampu bertahan di Ducati

Jika sebelumnya kita mengenal julukan mantan pembalap Repsol Honda dan Yamaha Tech3 adalah Desmodovi. Merujuk pada keberhasilannya menaklukkan Ducati dan selalu finis kedua di tiap klasemen akhir sejak 2017. Kini, kita akan mengenalnya sebagai Undaunted. Istilah Undaunted jika diartikan dengan Google Translate adalah berani. Ini yang membuat Dovi pun akan berupaya menegaskan dirinya untuk berani kembali berpacu di MotoGP 2020, meski dengan kondisi yang belum 100% fit.

Selain itu, dengan julukan baru, ada anggapan bahwa Dovi akan menjadi parameter baru sebagai pembalap Italia yang terbaik untuk saat ini. Bertahannya Dovizioso di Ducati akan membuat Italia masih memiliki pembalap yang dapat menduduki jok motor tim pabrikan. Berpindahnya Danillo Petrucci ke tim satelit KTM dan Valentino Rossi ke tim satelit Yamaha telah mengurangi jumlah pembalap Italia di tim pabrikan MotoGP.

Tentu ini menjadi ironi, mengingat Italia sudah dibesarkan oleh banyak pembalapnya yang salah satunya adalah Valentino Rossi. Di kelas Moto2 pun para pembalap Italia juga masih bisa berprestasi seperti Franco Morbidelli dan Francesco Bagnaia. Kedua pembalap itu akhirnya naik ke MotoGP.

Memang, Italia sudah memiliki banyak pembalap muda, namun keberadaan mereka sepertinya belum bisa meyakinkan tim pabrikan untuk merekrutnya. Padahal saat ini Italia memiliki dua wakil pabrikan di MotoGP, yaitu Ducati dan Aprilia. Namun, menurut kabar beredar, Ducati terlihat cukup berani mengharapkan Jorge Lorenzo untuk kembali jika Dovizioso tidak jadi melanjutkan kerja sama dengan Ducati musim 2021 nanti. Itu artinya tim balap seperti Ducati masih sangat percaya dengan kualitas pembalap asal Spanyol sekalipun si pembalap sudah pensiun.

Jika kembali membaca istilah undaunted, maka Dovi diprediksi tak akan gentar untuk menghadapi segala spekulasi terkait kariernya, baik di MotoGP dan Ducati. Dovi sepertinya juga tak ragu untuk menempatkan dirinya sebagai sorotan utama sebagai representasi pembalap Italia. Berani! Itulah pengaruh yang ingin diberikan Dovizioso bersama julukan barunya.

Hukuman City Dicabut dan Menerka Nasib MU ke 4 Besar – Pengadilan Arbitrase Olahraga menerima banding Manchester City (City). Imbasnya, City bisa bermain di Liga Champions musim depan. Berhasilnya City untuk bisa berlaga di Liga Champions musim depan membuat nasib sang tetangga, yakni Manchester United (MU) harus berjuang lagi. Seperti dikutip espn, City sebelumnya dilarang tampil di Liga Champions selama dua musim karena masalah financial fair play.

Hukuman City Dicabut dan Menerka Nasib MU ke 4 Besar

Hukuman City Dicabut dan Menerka Nasib MU ke 4 Besar

Namun, atas hukuman itu, City melakukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga. Hasilnya, pada Senin, banding City dikabulkan. Artinya, City bisa bermain di Liga Champions. Saat ini City memiliki 72 poin dari 35 laga di ajang Liga Inggris. City berada di posisi dua klasemen sementara Liga Inggris. Nilai 72 itu sudah memastikan City masuk empat besar klasemen Liga Inggris musim ini.

Nilai yang dimiliki City saat ini tak bisa disamai oleh MU yang ada di posisi lima klasemen sementara Liga Inggris. MU saat ini memiliki 58 poin dari 34 laga. Jika dalam empat laga sisa MU selalu menang, mereka memiliki 70 poin. Diketahui, empat tim teratas di klasemen akhir Liga Inggris musim ini, berhak lolos ke Liga Champions musim depan. Dari empat posisi tiket itu, dua tiket sudah dikunci oleh Liverpool dan City. Maka masih ada dua tiket sisa yang diperebutkan beberapa tim.

Salah satu yang memperebutkan tiket di Liga Champions adalah MU. Sebenarnya, jika City tetap disanksi tak bisa main di Liga Champions musim depan, maka MU memiliki peluang besar ke Liga Champions. Sebab, MU bisa masuk empat besar tim yang memiliki nilai terbanyak di klasemen akhir. Namun, karena City kini bisa lolos ke Liga Champions, MU harus berjuang sampai akhir. Lalu bagaimana hitung-hitungan peluang tim yang memperebutkan dua tiket sisa Liga Champions.

Chelsea masih memiliki tiga laga sisa

Saya mencoba menyederhanakan saja, bukan berarti mengeliminir calon lainnya. Saya sederhanakan ada tiga tim yang berebut dua tiket sisa ke Liga Champions yakni Chelsea, Leicester City, dan MU. Chelsea kini ada di posisi tiga klasemen sementara Liga Inggris. Chelsea memiliki 70 poin dari 35 laga. Artinya Dari tiga laga sisa, dua laga sepertinya menjadi laga mudah. Sebab, Chelsea akan menjamu Norwich dan Wolverhampton.

Sementara, satu laga lain adalah melawan Liverpool di kandang lawan. Laga melawan Liverpool ini bisa gampang-gampang susah. Gampang karena Liverpool sudah juara. Motivasi mereka kemungkinan tak seperti sebelum dipastikan juara. Susah karena Liverpool sepertinya memburu lebih dari 100 poin musim ini. Agar buruan itu tercapai, maka Liverpool harus mengalahkan Chelsea. Saya sendiri memprediksi, Chelsea akan mendapatkan 7 poin di tiga laga sisa. Sehingga, di akhir kompetisi mereka akan memiliki 77 poin.