Dari City sampai Bali United Bagaimana Duit Anak Sultan Rokok dan Alkohol Mendanai Olahraga

Posted on

Dari City sampai Bali United Bagaimana Duit Anak Sultan Rokok dan Alkohol Mendanai Olahraga – Artikel ini adalah artikel terakhir yang membahas mengenai kemenangan City atas UEFA Financial Fair Play, kalau anda belum baca artikel sebelumnya silakan dibaca terlebih dahulu. Kalau ada tiga jenis uang yang sangat menggiurkan bagi sebuah tim olah raga mungkin dapat dirinci sebagai; duit perushaan rokok, duit perusahaan alkohol, dan duit anak sultan.

Dari City sampai Bali United Bagaimana Duit Anak Sultan Rokok dan Alkohol Mendanai Olahraga

Dari City sampai Bali United Bagaimana Duit Anak Sultan Rokok dan Alkohol Mendanai Olahraga

Untuk yang dua pertama sepertinya sudah lama berupaya ditendang dari dunia. Olahraga melalui beragam konfensi dan regulasi kesehatan, namun siapa yang tidak ingat betapa digdayanya.  Marlboro Racing Team dan jersey Carlsberg Liverpool. Sementara untuk golongan yang ketiga upaya pembatasannya baru dilakukan oleh. FIFA melalui regulasi Financial Fair Play, buat belum pernah dengar silakan baca artikel sebelumnya yang membahas mengenai latar belakang sejarah dan apa itu FFP.

Dengan dibatasinya ketiga sumber dana seharusnya sekarang sudah tidak ada lagi kan. Perusahaan tembakau dan bir yang mengisi rekening tim olah raga, dan investor tajir yang memompa sebanyak-banyaknya uang ke tim sepak bola eropa Atau. Faktanya bergam tim olah raga dapat mengelabui dengan mudah regulasi finansial tersebut. Pada bagian ini saya akan membahas beberapa skema yang menunjukan bagaimana. Uang dari sumber yang tidak sah dapat masuk ke berbagai tim.

Protokol FFP sebenarnya juga dirancang untuk memonitor modus yang dilakukan oleh City dengan mengamanatkan UEFA untuk melakukan investigasi apakah dana yang disuntikan sebuah perusahaan yang dimiliki bos tim sepak bola masuk akal. Namun, protokol FFP sepertinya belum berjalan dengan sempurna, skema City sendiri terkuak pasca seorang hacker membocorkan e-mail internal dari kantong pribadinya, yang kemudian diliput media Jerman.

Mancester City yang berisi informasi mengenai bagaimana Sheikh Mansour mendanai City

Berdasarkan bocoran tersebut, City diduga melakukan “mark-up” laporan sponsor dari salah satu maskapai pesawat terbang yang diterimanya. Maskapai tersebut sebenarnya hanya membayar 8 juta Euro pertahun dari kontrak 10 tahun sebesar 65.5 juta Euro per tahun yang disepakati pada 2011.

Bagaimana dengan sisanya? Yup dari Kantong Pribadi Sheikh Mansour. Tebak perusahaan apa yang dimaksud? Yup, Etihad yang merupakan perusahaan plat merah dari negara yang salah satu anggota kerajaannya adalah Sheikh Mansour.

Tanpa ada sokongan dana dari kantong pribadi Mansour, pada musim 2012-2013 saja. City seharunya merugi sebanyak 180 juta Euro yang jauh dari ambang batas Financial Fair Play. Disamping itu, terdapat dua perusahaan berbasis Abu Dhabi yang dimiliki oleh. Sheikh Mansour turut menyeponsori The Citizens yang total kontraknya mencapai 31.3 juta Euro per tahun.

Bahkan otoritas turisme Abu Dhabi juga turut menyumbang 31.3 juta Eruro. Meskipun demikian City membantah dengan menyatakan bahwa sepatutnya UEFA membuktikan bahwa ada campur tangan Mansour dalam keputusan tersbut. Terlepas dari Bantahan tersebut UEFA tetap menjatuhkan sanksi larangan berpartisipasi di. Liga champions selama dua tahun dan denda 30 juta Euro.

Selain Mansour, trik-trik mengelabui regulasi sponsor yang kreatif muncul dari perusahaan temabakau yang memang pertama dilarang oleh beragam regulasi . Kucing-kucingan paling klasik adalah Marlboro dan F1. Ketika F1 mulai melakukan pelarangan logo produk tembakau, Phillip Morris (pemilik Marlboro) menempelkan barcode. Hal yang dalam kecepatan tinggi akan terlihat seperti logo segi tiga merah khas Marlboro Merah.

Supersoccer yang bukan perusahaan rokok, tapi media

Ketika F1 melakukan pelarangan tim balap untuk menerima sepeserpun dari perusahaan rokok. Phillip Morris Internasional mengelabuinya dengan membuat shell company bernama Misson Minnow. Kalau anda buka websitenya isinya adalah penjelasan mengenai tim Schideria Ferrari dan Ducati dan tulisan. Mission Winnow has a simple goal: drive change by constantly searching for better ways of doing things.”

Dengan masih derasnya duit rokok, tentunya warna merah-putih khas. Marlboro tidak akan beranjak dari Ducati di Moto GP dan Scuderia Ferrari di F1. Contoh lain yang cukup unik adalah sponsor rokok 555 dari British American Tobbaco. Yang warna biru-kuningnya kepalang melekat dengan Subaru di ajang rally.

Meskipun kurang jelas apakah BAT masih menyeponsori Subaru atau tidak, berita terakhir yang saya temui kontrak masih diperpanjang sampai tahun 2003. Tapi Subaru sepertinya sudah menerima realita yang sulit diubah bahwa line up balapnya kepalang sinonim dengan warna ikonik bungkus rokok tersebut. Bahkan Subaru juga menggunakan warna biru khas 555 untuk produksi masal Subaru Impreza.

Di stadion Brawijaya Kediri (home base Gudang Garam) logo yang sempat terpajang beberapa tahun Intersport memang sudah dihapus tahun ini, tapi ya kalau warna temboknya diperhatikan pasti bikin “asem” penikmat Garpit yang belum merokok dua hari. Contoh lain, Supersoccer yang bukan perusahaan rokok, tapi media yang banyak meliput sepak bola mulai dari liga top eropa sampai Garuda Select. Pihak yang disponsori.

Bukan main logonya muncul di timnas, serta bekerja sama dengan PSSI dalam pembinaan sepak bola usia muda dengan mengirim Garuda Select ke Inggris dan menayangkannya. Kembali lagi saya tegaskan, bukan sponsor rokok tapi kalau liat logonya dan istilah “super” ya pasti sobat-sobat penggemar kretek asal Kudus makin semangat ngebul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *