Ini Program Tim nasional Balap Sepeda Indonesia di tengah Wabah

Posted on

Dadang Haris Purnomo, pelatih kepala tim nasional balap sepeda Indonesia, lagi memacu penyiapan atletnya walau tanpa event Kwalifikasi Olimpiade Tokyo sampai akhir 2020. Semacam apa programnya?
Balap sepeda sekarang ini lakukan pelatnas menuju Olimpiade Tokyo di Yogyakarta dengan diikuti 8 pembalap baik dari nomor bmx atau track. Spesial olahragawan BMX mereka sedianya akan mengikut 6 kejuaraan besar pada tahun ini. Salah satunya, Kejuaraan Asia, Banyuwangi (2 moment), serta Jakarta BMX International seri 1 serta seri II.

Tetapi, pandemi COVID-19 yang berlangsung dengan global, terhitung di Indonesia, telah mengganti semua gagasan. Moment-event yang berkesempatan mengangkat point Olimpiade balap sepeda itu automatis gagal diadakan hingga I Gusti Bagus Saputra dkk. tanpa kejuaraan kwalifikasi tahun ini.

Situasi itu juga turut memengaruhi penyiapan yang dilaksanakan lama. Walau sebenarnya mengacu point nation UCI per 27 Oktober, Indonesia cuman kurang seputar 400 point dari rangking 12 yakni Latvia untuk amankan status.

“Maka memang hingga saat ini belumlah ada event yang ingin kami bidik dahulu. Karena, dengan situasi semacam ini masih tanda pertanyaan ya,” kata pelatih kepala balap sepeda, Dadang Haris Purnomo, ke detikSport, Kamis (29/10/2020).

“Jika event besar Tur de France, Tur de Italy itu telah usai, Tur de Soanyol sedang berjalan. Begitu juga Eropa Championship tengah berjalan tetapi untuk Asia kelihatannya belumlah ada,” sambungnya.

Tim nasional balap sepeda Indonesia pernah memperoleh 3 undangan dari Thailand untuk lakukan 2 tur serta 1 Kejuaraan Asia Series nomor track. Selain Tim nasional ada team kontinental yang diundang yaitu Mula Cycling Tim.

Tetapi, ketentuan yang mewajibkan lakukan karantina sepanjang 2 pekan memperberat timnas balap sepeda baik dari sisi waktu atau ongkos. “Selama ini tournya berjalan tetapi event tracknya yang gagal.”

Lebih lanjut Dadang tidak dapat bertaruh dengan kejuaraan tahun kedepan walau beberapa pembalapnya optimis dapat memburu ketinggalan.

“Kita tidak ada yang mengetahui semacam apa momentnya tahun kedepan. Kalaulah tampil harus juga hitung kesempatan kemenangannya, tidak asal turut,” ia menerangkan.

“Nah, satu diantara taktik saya paling akhir seandainya kata satu diantara event tidak dilombakan adalah lewat kejuaraan dunia. Jadi akan diputuskan 3 pembalap yang terbaik dari yang telah bisa lolos.”

“Misalkan, bisa lolos nation serta pribadi keseluruhan 24 olahragawan. Nah, akan dicari 3 pembalap lain di luar dari jumlah itu. Seandainya kata di sejumlah event yang diinginkan tidak dapat diikuti,” ucapnya.

Terkait dengan itu, pelatnas tim nasional balap sepeda Indonesia lagi berjalan. Bahkan juga untuk isi kekosongan itu, Dadang menyertakan pembalapnya untuk mengikut race virtual.

“Kami seringkali turut berperan serta. Kebenaran di depan ada 3x race virtual. Race ini karakternya open serta rerata diikuti pembalap luar negeri ,” ia menerangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *