Jadi Tuan Rumah Mampukah KTM Kembali Hadirkan Kejutan

Posted on

Jadi Tuan Rumah Mampukah KTM Kembali Hadirkan Kejutan – Kemenangan perdana KTM di sirkuit Brno, Ceko mengangkat nama Brad Binder ke permukaan. Mengoleksi poin penuh, ia kini bertengger di posisi ke lima klasemen sementara dengan total perolehan 28 poin. Namun sayang, namanya kembali tenggelam di kualifikasi kemarin. Pebalap Afrika Selatan itu akan start di posisi ke-17, jauh di belakang rekan setimnya, Pol Espargaro.

Jadi Tuan Rumah Mampukah KTM Kembali Hadirkan Kejutan

Jadi Tuan Rumah Mampukah KTM Kembali Hadirkan Kejutan

Espargaro sendiri memmbukukan waktu 0,162 detik di belakang pemegang pole position, Maverick Vinales. Dan pebalap utama tim pabrikan KTM itu akan mengawali balapan dari posisi ke enam. Pada GP Ceko pekan lalu, pebalap bernomor 44 itu gagal menyelesaikan lomba karena terlibat kontak dengan pebalap Esponsorama Racing, Johann Zarco. Saat itu mantan rekan satu tim itu tengah memperebutkan podium ke tiga. Kini tibalah saat baginya untuk membalas dendam.

Meski berada di kampung halaman KTM, sirkuit Spielberg seolah menjadikan Ducati sebagai tuan rumah. Bagaimana tidak. Semenjak digunakan kembali untuk ajang MotoGP, Ducati menjadi penguasa di sirkuit sepanjang 4.318 km itu. Andrea Iannone mengawali kemenangan pada 2016, Jorge Lorenzo memenangi balap pada 2018 dan Andrea Dovizioso menjadi jawara pada 2017 dan 2019.

Dan kini Ducati masih memiliki kans untuk mengulang rekornya

Nampak dari kehadiran pebalap Pramac Racing, Jack Miller di posisi start ke dua dan Dovizioso di grid ke empat. Dovizioso tentu menyimpan keinginan untuk mencicip kemenangan ke tiganya di sirkuit ini. Namun KTM nampaknya tak mau kecolongan lagi. Persiapan mereka untuk duel dengan Ducati sudah dilakukan jauh hari yakni dengan mengadakan tes tertutup pada 27 Mei lalu. Saat itu KTM hanya menurunkan pebalap ujinya.

Dani Pedrosa dan pebalap pabrikan, Pol Espargaro. Espargaro memberi komentar positif pada performa RC16 saat itu. Sirkuit ini memiliki karakter cepat dengan rata-rata kecepatan motor untuk kelas MotoGP mencapai 183,2km/jam. Meski begitu, top speed yang bisa dicapai di sini justru tak terlalu tinggi yakni di angka 316,7 km/jam. Hal itu disebabkan lintasan lurus yang tak terlalu panjang. Meski Ducati dan KTM difavoritkan juara, namun Yamaha dan Suzuki sepertinya perlu juga diwaspadai.

Quartararo masih menjadi satu-satunya pebalap Yamaha yang mampu mengeklaim podium di sini. Pada musim lalu, ia finish di urutan ke-3 setelah Dovizioso dan Marc Marquez. Jika tak ada kendala mesin seperti di Jerez dan Andalucia, besar kemungkinan tim garputala bisa bertempur di papan depan. Vinales sendiri tentu ingin menjadi yang tercepat setelah selama 2 seri awal hanya mampu melewati garis finish di belakang Quartararo yang merupakan pebalap tim satelit.

Sementara Suzuki pun cukup konsisten dalam sesi latihan bebas sejak Jumat (14/8). Alex Rins pada latihan besar pertama dan ke dua, mampu mencatat waktu tercepat ke empat meski pada kualifikasi hanya mampu berada di posisi ke-8. Lalu Joan Mir, justru mampu start di depan Rins yakni grid ke-6.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *